Zonasi PPDB Dikeluhkan (Lagi)

0
572

Hari Ini Berakhir
KOTA MANNA – Berbagai permasalahan ditemukan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA yang menerapkan sistem online. Di antaranya calon siswa yang mendaftar di sekolah yang bukan wilayah domisili dan diterima oleh sistem aplikasi PPDB online. Lalu pembagian zonasi dan sekolah tempat mendaftar dinilai pihak sekolah tidak adil.
Ketua Panitia PPDB SMAN 1 BS, Cipto Waluyo M.Pd mengatakan, ada calon siswa yang berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman, namun berdasarkan aplikasi PPDB online di halaman internet bengkuluprov.siap-ppdb.com, calon siswa mendapat pilihan di SMAN 2 BS. “Domisili calon siswa itu yang notabenenya lebih dekat dengan SMAN 1 malah diharuskan mendaftar di SMAN 2. Itu kami ketahui saat membantu calon siswa itu mendaftar via online di sekolah kami ini. Tidak ada pilihan untuk mendaftar di SMAN 1,” sesalnya.
Serupa disampaikan Ketua Panitia PPDB SMAN 3 BS, Fadhillah Sandi M.Pd. Dia menilai pembagian zona yang dilakukan Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu tidak adil. “Kami merasa dirugikan karena pada hari pertama, sekolah kami tidak masuk dalam sistem pembagian zona pertama di aplikasi PPDB online. Memang sekarang sudah diperbaiki, tapi dampaknya kami kehilangan siswa yang mendaftar,” ujarnya.
Belum lagi, sambungnya, SMAN 3 BS berada satu zona dengan SMAN 2 dan SMAN 5. Tentu saja calon siswa lebih memilih kedua sekolah itu. SMAN 3 BS sendiri mendapatkan kuota 8 rombel dengan daya tampung 256 siswa.
“Dampaknya kami pasti kekurangan siswa. Buktinya hingga saat ini jumlah calon siswa yang mendaftar belum mencapai setengah dari kuota yang diberikan,” ungkap Fadhillah.
Terpisah, Ketua MKKS SMA BS, Tarman Hayadi M.Pd, mengimbau pihak sekolah segera menghubungi operator PPDB Bengkulu jika terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian dengan sistem PPDB online. Proses PPDB online tingkat SMA akan berakhir hari ini, Kamis (5/7) pukul 16.00 WIB. Setelahnya, calon siswa tidak bisa lagi mendaftar.
“Bagi yang belum mendaftar segera mendaftar dan tentukan sekolah berdasarkan pilihan dan zonasi sesuai domisili masing-masing,” pungkas Tarman.
Dikeluhkan
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun, mengaku adanya eror pada zonasi PPDB 2018-2019. “Hari ini sudah diperbaiki,” kata Budiman, Rabu (4/7).
Dia mengklai kesalahan sistem telah diperbaiki operator dan siswa dapat mendaftar kembali dengan aman. Kesalahan itu bukan hanya terjadi di wilayah BS, tapi juga di sejumlah Kabupaten dan Kota Bengkulu.
“Kami tidak tahu kenapa berubah sendiri. Itu memang ada kesalahan dari pihak operator dan sudah dibenahi,” klaim Budiman.
Namun PPDB dengan sistem zonasi tetap dilaksanakan. Budiman memastikan sistem ini tidak menyulitkan peserta didik.
“Intinya semua harus bersekolah, apapun kondisinya. Semua mendapatkan kesempatan yang sama,” terang Budiman.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah, S.Sos, mengaku pihaknya menerima sejumlah keluhan dari wali murid terkait PPDB. Keluhan itu menyangkut sistem yang diterapkan sekolah dalam PPDB. Dimana mereka menilai sistem ini tidak sesuai dengan yang diharapkan.
“Kita berharap mekanisme yang diterapkan sekolah dalam PPDB, baik jalur prestasi, tes, ataupun zonasi, bisa dimudahkan dan transparan,” ujar Sefty. Dicontohkannya, dalam PPDB sekolah menerapkan sistem prestasi ataupun tes, harus dilakukan transparan, sehingga tidak menimbul kecurigaan dari wali murid.
“Kalau tidak transparan, akan menimbulkan berbagai macam asumsi. Ini penting sebenarnya, karena sudah jelas disebutkan setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan,” tutup Sefty. (cas/cia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here