Warga Seluma Masih Waspadai Banjir Susulan

0
6
BANJIR: Warga menyelamatkan gabah kering usai dipanen yang ikut hanyut terbawa banjir

SAM – Situasi banjir di sembilan desa di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) masih tergenangi banjir, Jumat (9/10). Bahkan genangan air di beberapa desa cukup tinggi. Salah satunya di Desa Jambat Akar.

Warga sekitar masih bersiaga, serta meletakkan barang-barang berharga mereka diluar rumah. Mereka takut terjadi banjir susulan. Selain itu cuaca di wilayah Kabupaten Seluma juga masih turun hujan setiap sorenya.

Warga Desa Jambat Akar, Sarjoyo (45) mengatakan, bahwa kondisi banjir sudah terjadi sejak dua hari kemarin. Bahkan sebelumnya ketinggian air sempat diatas 2 meter. “Banjir saat ini sudah sampai dua meter. Dan hari ini (kemarin) sudah mulai surut. Tapi kami masih waspada karena cuaca masih sering hujan,” tegasnya.

Sementara pasca banjir di beberapa desa. Seperti Desa Serian Bandung, Talang Alai, Talang Kemang Jambat Akar, Gunung Kembang, Maras Bantan, Gunung Bantan, Serian Bandung, dan Muara Maras. Mulai dikeluhkan oleh masyarakat. Karena saat ini masyarakat membutuhkan air bersih. Bahkan sebagian warga juga butuh makanan setelah kebutuhan beras tidak bisa di manfaatkan lagi setelah banjir.

“Yang sangat dibutuhkan adalah air minum dan air bersih dan beras untuk makan. Seluruhnya sudah tidak bisa gunakan lagi,”tegas Sarjoyo.

Terpisah, Toyo Ardi (50), warga Desa Jambat Akar lainnya mengaku mengalami kerugian cukup besar. Pasalnya 20 hektar sawah miliknya yang sudah panen namun belum diangkat ikut hanyut diterjang banjir. Hanya menyisakan beberapa saja serta dan itupun telah basah.

“Biasanya kami bisa menghasilkana 20 karung gabah. Namun saat ini tidak bisa karena sudah hanyut,” ujarnya.

Dikeluhkan jika saat ini 1/3 hasil panen saja yang bisa terselamatkan dalam bentuk gabah kering. Banjir yang terjadi juga mengakibatkan lumbung padi yang ada tidak bisa terselamatkan. Sehingga padi yang sudah di panen ikut hanyut di terjang banjir. “Karena banjir terlalu besar. Serta kejadian malam hari, sehingga sulit untuk diselamatkan,” tegasnya lagi.

Diketahui, Kecamatan Semidang SAM dan Semidang Alas (SA) terendam banjir air bah. Meliputi Serian Bandung, Talang Alai, Talang Kemang Jambat Akar, Gunung Kembang, Maras Bantan, Gunung Bantan, Serian Bandung, dan Muara Maras. Beruntung banjir musiman ini tidak ada korban jiwa. “Debit air sudah mulai surut. Namun masyarakat tetap waspada. Karena curah hujan masih tinggi. Banjir terjadi karena luapan air Sungai Maras. Air meluap dengan ketinggian 1-2 Meter,”ujarnya.

Dari pantauan Rasel, kondisi air masih belum surut. Mengingat air sungai yang meluap terus ditambah lagi dengan hujan masih terjadi. Untuk jumlah rumah sampai saat ini belum di ketahui berapa jumlahnya.

Terpisah Kades Gunung Batan Supinra, mengatakan bahwa sampai dengan saat ini ketingian air yang merendam desa gunung bantan mencapai 1 sampai 2 meter. “Untuk saat ini ada 266 rumah yang terendam dengan ketingian air mencapai 2 meter. Untuk korban jiwa sampai saat ini tidak ada, namun kerugian materil akibat banjir ini jelas sangat tinggi,” Pungkasnya.(rwf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here