Warga Pagar Dewa Diminta Waspada

0
250
REZAN/RASEL TERPASANG : Pihak BKSDA BS telah memasang kerangkeng sebagai jebakan beruang

KOTA MANNA – Warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) masih dicekam rasa ketakutan. Mereka tak leluasa dalam beraktivitas lantaran seekor beruang madu, yang pada Minggu (7/6) malam sempat merusak pohon kelapa milik Erwan, warga setempat, hingga Kamis(11/6) belum berhasil ditemukan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten BS sendiri sudah memasang alat perangkap berupa kerangkeng pada Rabu (10/6) sore, dengan menaruh umpan berupa buah-buahan di dalamnya. Hanya saja, jangankan masuk perangkap, hewan dengan bahasa latin Helarctos Malayanus justru tak tahu dimana rimbanya. Bahkan, BKSDA BS meminta warga waspada.

Terlebih, warga berkeyakinan, beruang tersebut masih berkeliaran di wilayah sekitar. Salah seorang warga desa setempat, Tajudin (50), mengaku, kedatangan beruang itu ia ketahui setelah mendengar teriakan tetangganya, Rabu (10/6) pagi. Saat itu, ia tengah mencetak batu batu. Bahkan menurut Tajudin, ia nyaris bertabrakan dengan sang beruang.

“Saat mendengar teriakan, saya langsung berlari untuk melihat, dan hampir bertabrakan dengan beruang. Saat itu, jarak saya (dengan beruang) hanya sekitar tiga meter lagi,” tutur Tajudin.

Melihat dari tingkah lakunya, beruang yang masuk di kawasan percetakan batu batu, belakang kantor Dinas Dukcapil BS itu tak lagi takut dengan kehadiran warga.

Ketika diusir agar menjauh, sang beruang terkesan tak menghiraukan. Justru menurut Tajudin, beruang tersebut cukup jinak dan tidak agresif apalagi menyerang. “Kalau dari warnanya positif beruang madu. Sebab di bagian leher dan moncong ada warna putih. Selebihnya berwarna hitam pekat.

Sementara itu, Sep (40) warga setempat, mengaku, saat kemunculan beruang tersebut pada Rabu pagi, warga sekitar langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan anak-anak. “Heboh sekali kami Rabu (10/6) pagi tu. Sampai-sampai tidak berani untuk aktifitas sebelum tim BKSDA tiba di lokasi ini,” tutur Sep yang yakin beruang masih bersembunyi di semak belukar belakang Dinas Dukcapil BS.

Sementara itu, Kepala BKSDA BS, Rinjuan Windi mengimbau, warga Desa Pagar Dewa tetap berhati-hati dan waspada. Sebab beruang madu kemungkinan akan tetap muncul di sekitar pemukiman sebelum berhasil ditangkap.

“Saya imbau agar warga tetap hati-hati dan waspada terkait kemunculan beruang madu. Karena keberadaannya kemungkinan belum jauh dari pemukiman dan akan muncul lagi,” imbau Windi.

Sebagai upaya untuk menangkap hewan tersebut, pihak BKSDA BS telah memasang satu kerangkeng di sekitar lokasi beruang madu pernah muncul. Diharapkan hewan tersebut dapat masuk jebakan itu sehingga bisa dievakuasi ke tempat aman yang jauh dari pemukiman manusia.

“Kalau beruang sudah masuk kerangkeng, akan kami evakuasi ke tempat yang lebih aman dan jauh dari manusia,” demikian Windi. (cw2/yoh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here