Terlapor Yogi Diklarifikasi: Mengaku Kelalaian

0
66
KLARIFKASI : Divisi Divisi Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu BS, Noor M Tomi, meminta klarifikasi kepada salah seorang staf Sekretariat KPU BS. (ANDRI-Rasel)

KOTA MANNA – Laporan pencatutan dukungan dengan pelapor Erina Okriani, anggota Bawaslu Bengkulu Selatan (BS), dengan terlapor Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati BS jalur perseorangan, Yogi Pramadani-Suhirman Madjid, langsung ditindaklanjuti Divisi Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu BS.

Kamis (29/7), Bawaslu BS mengundang dua saksi yang merupakan staf di Sekretariat KPU BS. Bawaslu juga meminta klarifikasi Yogi Pramadani dan tim penghubungnya, Eko Fauzi, selaku orang yang diberikan mandat dalam penyerahan berkas dukungan perbaikan ke KPU BS pada Senin (27/7).

Sementara lima komisioner KPU BS yang dalam hal ini selaku pihak terkait, belum bisa hadir karena ada agenda rapat di KPU Provinsi Bengkulu. “Ini bukan pemeriksaan melainkan klarifikasi. Dua saksi ini dihadirkan oleh pelapor. Sementara komisioner KPU BS, juga kita undang karena lokasi kejadiannya di KPU BS.” tegas Divisi Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu BS, Noor M Tomi MHum.

Dari pantauan Rasel, dua saksi dari KPU BS diklarifikasi pagi hari. Sementara, Yogi baru dimintai klarifikasi pukul 16.15 WIB dari jadwal pukul 13.00 WIB. Begitupun tim penghubungnya, Eko Fauzi pukul 15.45 dari jadwal pukul 15,00 WIB. Sementara wakilnya, Suhirman Madjid, berhalangan karena sedang berada di Jakarta.

Kepada Rasel, Noor M Tomi menjelaskan, klarifikasi ini sebagai tindaklanjut laporan pelapor. Setelah menerima laporan, pihaknya memiliki waktu tiga hari untuk melakukan klarifikasi, pengumpulan alat bukti, dan melakukan kajian. “Waktu tiga hari inilah tugas Gakkumdu untuk mencari ada tidaknya dugaan pidana. Setelah kajian, barulah digelar pleno dengan waktu hanya 2 hari untuk memutuskan apakah laporan bukan pelanggaran, sengketa, pelanggaran adminitrasi, atau tindak pidana pemilu,” jelas Tomi.

Sementara itu, Yogi Pramadani mengaku, laporan tersebut tidak akan terjadi jika pihaknya tidak lalai. Banyak dukungan dan waktu yang sempit, membuat ia dan timnya tidak memeriksa secara detail dan teliti terhadap berkas dukungan perbaikan yang akan diserahkan. Apalagi versi Yogi, di input data pendukung perbaikan dalam aplikasi silon, nama pelapor bukan tertulis Erina melainkan Elina.

“Ketika tahu ada nama Bawaslu, saya langsung cek di silon. Namanya, Elina, bukan Erina. Dan saya akui, ini kelalaian dan bukan kesengajaan tim. Lagipula, kalaupun satu dukungan itu tidak kami gunakan, tidak akan mengurangi dukungan. Sebab, dukungan perbaikan yang kami berikan kepada KPU BS sudah lebih dari syarat minimal perbaikan,” jelas Yogi kepada Rasel di Sekretariat Bawaslu BS, kemarin sore usai memberikan klarifikasi. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here