Telantarkan Anak, Nelayan di Kaur Dibui

0
29
DIPERIKSA: Tersangka menjalani pemeriksaan di PPA Polres Kaur

BINTUHAN – Lantaran tidak memberikan nafkah kepada anaknya, An (26), warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Maje, dilaporkan mantan istrinya ke polisi. Akibatnya, An yang berprofesi sebagai nelayan itu terpaksa harus merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi Mapolres Kaur Polda Bengkulu.

“Sudah kita amankan, tersangka yang menelantarkan anaknya sendiri,” beber Kapolres Kaur, AKBP. Dwi Agung Setyono, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu. Pedi Setiawan, SH, Jumat (16/10).

Disampaikan Kasat Reskrim, tersangka An diamankan sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (15/10), di rumahnya di Desa Tanjung Baru. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit PPA, Aipda. Andi Sujarmoko, SH, dan dibantu Unit II Tipiter Sat Reskrim Polres Kaur.

Penangkapan bermula laporan yang diterima Unit PPA Polres Kaur. Terlapor dari Maret 2017 hingga September 2020, disebut tidak memberikan kewajibannya memberikan nafkah kepada anak pelapor, berinisial SM.

Karena tidak pernah memberikan nafkah, sang mantan Istri melapor ke Mapolres Kaur. Mendapati laporan, Penyidik PPA langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka di rumahnya.

“Untuk tersangka, kita jerat UU tindak Pidana Penelantaran Ekonomi Dalam Lingkungan Keluarga sebagaimana dimaksud Pasal 77 B UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam penjara tiga tahun, dan denda Rp 15 juta,” tutur Pedi. (jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here