Tegas, Satgas Bongkar Panggung Pernikahan

0
854
TINDAK : Tim Satgas Penanganan Covid-19 BS melakukan penindakan terhadap warga yang masih melakukan resepsi pesta pernikahan

KOTA MANNA – Tindakan tegas akhirnya dilakukan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) terhadap adanya rencana pesta pernikahan di Desa Gelumbang Kecamatan Manna.

Tim Satgas yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri serta BPBD BS ini, Rabu (6/1) akhirnya membongkar paksa panggung berikut tenda yang akan digunakan sang tuan rumah dalam resepsi pada Sabtu (9/1) dan Minggu (10/1).

Pembongkaran ini dipimpin langsung Sekretaris Satpol PP Asih Kadarina MPd bersama jajaran Polres BS dan Kodim 0408 BS dan BPBD BS. Sebelum pembongkaran dilakukan, Satgas Tingkat Kecamatan sudah memberikan peringatan agar tidak menggelar pesta pernikahan yang mengundang kerumunan warga ditengah situasi pandemi Covid-19.

Larangan itu juga diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati BS Nomor 360/994/COVID-19/BPBD/2020 tentang penghentian kegiatan yang bersifat keramaian atau kerumunan massa. Selain di Desa Gelumbang, Tim Satgas juga menyisir dan melakukan penindakan terhadap aktifitas keramaian di Desa Ketaping Kecamatan Manna dan di Desa Selali Kecamatan Pino Raya.

“Ada beberapa lokasi yang sebelumnya sudah diingatkan namun tetap membandel. Sebab itu, Satgas kabupaten dengan tegas harus membubarkan,” tegas Asih Kadarina.

Menurut Asih, penertiban terpaksa dilakukan karena masih saja ada warga yang tetap menggelar acara resepsi pernikahan meskipun sudah ada larangan dan imbauan. Larangan ini sebelumnya sudah disosialisasikan kepada warga guna menekan penyebaran Covid-19, khususnya di BS.

Sementara itu, Sekretaris BPBD BS Assilawati M.Si menambahkan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka Satgas sudah mengeluarkan larangan aktivitas yang berpotensi kerumunan terutama pesta pernikahan.

Apalagi disinyalir penyebaran Covid-19 di BS didominasi kluster pesta pernikahan. Sementara untuk di pasar dan objek wisata sampai sejauh ini belum ditemukan kluster tersebut. “Yang ada untuk kasus di Bengkulu Selatan rerata kluster pesta pernikahan dan perkantoran. Kalau di pasar selain untuk tetap menjaga aktivitas perekonomian warga diharapkan tetap diimbau mematuhi prokes,” ujar Assilawati. (one)