Tak Terima Dilaporkan ke KASN, Ketua Panwascam Ditusuk

0
478
PELAKU : Kapolres Seluma AKBP Swittanto Prasetyo SIK saat mendatangi kediaman pelaku (tengah) di diminta untuk menyerahkan diri

SELUMA – Peristiwa berdarah, kemarin (24/11) terjadi di Sekretariat Panwascam Seluma Utara. Husnul Hamidiah, SE, yang menjabat Ketua Panwascam Seluma Utara, ditusuk oleh ASN Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu berinisial Kh (38), yang juga warga Kelurahan Puguk Kecamatan Seluma Utara.

Penusukan diduga dilakukan Kh lantaran tidak terima diproses dan dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), setelah memposting dukungan terhadap salah satu pasangan calon (paslon) di media sosial miliknya. Dari informasi, peristiwa penusukan itu ketika korban bersama seorang stafnya berada di ruang tengah Sekretariat Panwascam.

Tiba-tiba datang Kh dan langsung mengejar korban. Lalu, terjadilah aksi kejar-kejaran hingga ke dalam ruangan. Setelah berupaya menghindar, Kh berhasil melukai korban dengan cara menusuk tangan kiri, tepatnya bagian pergelangan tangan korban.

Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo SIK ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang dialami Husnul Hamidiah. Menurut Kapolres, mendapat kabar tersebut, anggotanya langsung turun ke lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya pun melakukan pendekatan secara persuasif sehingga Kh berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Seluma.

“Dari TKP, anggota kemudian mendatangi rumah pelaku dan meminta pelaku menyerahkan diri. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Seluma untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Sapar (37), anggota Panwascam Seluma Utara, mengatakan, sebelumnya, Kh pernah dimintai klarifikasi hasil temuan Panwascam Seluma Utara, terkait postingan Kh terhadap salah satu paslon di media sosial miliknya. “Postingan itu akhirnya kami proses,” sebut Sapar.

Saat penusukan lanjut Sapar, Kh bukan dalam status dimintai klarifikasi. Kh datang secara tiba-tiba. Namun sebelum penusukan, Kh dan korban sempat terlibat adu mulut. “Tidak diundang. Yang bersangkutan sengaja datang. Sempat terjadi cekcok mulut. Kemudian terjadi penusukan itu,” cerita Sapar.

Terpisah, Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Seluma, Suryadi M.Ag menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Suryadi memastikan akan memberikan perlindungan hukum penuh terhadap korban “Seharusnya tidak perlu terjadi seperti ini. Namun ini sudah kami sampaikan ke Bawaslu RI. Kami dan semua jajaran akan memberikan perlindungan hukum penuh terhadap proses hukum korban,” imbuh Suryadi. (rwf)