Tahun Ini, Bakal Banyak Kades Berstatus Tsk Korupsi

0
369
EKSPOSE : Kajari BS didampingi seluruh Kepala Seksi (Kasi) mengekspose kinerja sepanjang tahun 2020, Jumat (11/12) lalu

KOTA MANNA – Perkara dugaan korupsi dana desa (DD) yang sedang ditangani aparat penegak hukum, baik itu Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Bengkulu Selatan (BS) akan menyeret banyak tersangka. Sebab, tahun ini, APH akan menetapkan lebih dari satu kepala desa (kades) dan perangkat sebagai tersangka karena terlibat dalam dugaan penyelewengan DD.

Di Kejari, ada dua perkara dugaan korupsi DD yang sudah tahap penyidikan. Yakni dugaan korupsi DD Kuripan Kecamatan Bunga Mas dan Desa Air Umban Kecamatan Pino. Awal tahun ini Kejari akan menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. “Awal tahun ini kemungkinan Desa Kuripan (ada penetapan tersangka),” kata Kasi Intel Kejari BS, M. Ichsan, MH.

Pengusutan dugaan korupsi DD Kuripan yang sudah berjalan sejak tahun 2016 telah hampir lengkap. Apalagi penyidik telah menerima audit penghitungan kerugian negara dari APIP Inspekotrat Daerah BS yang menyatakan penyimpangan DD di desa tersebut menimbulkan kerugian negara Rp251 juta. “Penetapan tersangka masih menunggu kelengkapan berkas pemeriksaan,” sambung Kasi Intel.

Sementara dugaan korupsi DD Air Umban masih proses. Penyidik masih mendalami aliran uang yang diduga disimpangkan kades. Salah satunya dengan menelusuri aset pribadi milik kades. Sebab penyidik mencium ada pencucian dalam perkara tersebut.

Disisi lain, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres BS juga tengah mengusut dugaan korupsi DD Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna. Namun prosesnya masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik sendiri telah memanggil ratusan saksi untuk diklarifikasi atau dimintai keterangan terkait aliran dana disemua kegiatan dari tahun 2016 sampai 2019.

Penyidik menargetkan perkara tersebut tuntas tahun ini. “Untuk perkara yang ditangani Tipikor (pengusutan dugaan korupsi DD Jeranglah Tinggi) dilanjutkan tahun ini. Kalau nanti sudah ada titik terang, akan dinaikkan ke penyidikan,” kata Kapolres BS, AKBP Deddy Nata, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Rahmat Hadi Fitrianto, SH SIK.

Untuk diketahui, sejak DD dikucurkan pemerintah, sudah banyak kades dan perangkat desa di BS yang masuk jeruji besi. Kini mereka sudah diberhentikan. Diantaranya, kades dan bendahara Desa Selali, kades dan bendahara Desa Padang Beriang. Lalu, kades dan bendahara serta TPK Desa Tungkal II. Selanjutnya, Kades dan bendahara Desa Muara Tiga Kedurang, serta kades dan bendahara Desa Gunung Kayo Kecamatan Bunga Mas. (yoh)