Suhu di Bengkulu Jadi Dingin, Ini Penjelasan BMKG

0
12818

BENGKULU – Banyak warga Bengkulu mengeluhkan suhu dingin yang terjadi pada malam dan pagi hari di wilayah Provinsi Bengkulu. Padahal bulan sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Stasiun BMKG Fatmawati Soekarno Bengkulu Warjono mengatakan, penyebabnya adalah Australia yang sedang dalam musim dingin. Di mana, angin mendorong udara dari barat ke timur, sehingga udara dingin dari Australia tadi terdorong ke bagian selatan garis khatulistiwa Indonesia.

“Akibatnya Indonsia bagian Selatan, termasuk Bengkulu menjadi dingin. Rata-ratanya suhunya 16 celcius hingga 20 derajat celcius pada malam dan pagi hari,” kata Warjono, Rabu (7/8).

Suhu dingin juga disebabkan tidak adanya awan karena tidak ada hujan. Hal ini menyebabkan radiasi panas dari matahari mudah terlepas kembali ke atmosfer. Tingkat dinginnya pun bervariasi tergantung pada letak wilayahnya. Pada daerah yang berada di dataran tinggi, maka suhu udara bisa menyentuh 16 – 18 derajat celcius, seperti terjadi di wilayah Rejang Lebong dan Kepahiang.

Sedangkan daerah yang berada pada dataran rendah, suhu udara bisa menyentuh 22-28 derajat celcius. “Untuk siang hari seperti pukul 11.00 WIB suhunya kembali panas dan mencapai 28 derajat celcius,” ujar Warjono.

Suhu dingin ini, kata dia, akan berakhir seiring selesainya musim kemarau, yang diperkirakan pada awal Oktober mendatang.

“Musim kemarau di Bengkulu juga tidak merata dan ada sebagian wilayah lagi yang masih dilanda hujan. Perkiraannya awal Oktober musim kemarau sudah berakhir,” tutup Warjono. (cia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here