Sudah 403 Nakes Di Bengkulu Terpapar Covid

0
29
ilustrasi

BENGKULU – Sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan di Provinsi Bengkulu pada 31 Maret 2020, hingga Jumat (1/1), sudah 408 tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar virus corona. Rinciannya, 17 dokter spesialis, 53 dokter umum, 193 perawat, 85 bidan dan 60 orang Nakes bidang lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan dari 408 nakes yang terpapar, dua orang meninggal dunia dan sisanya telah dinyatakan sembuh. “Nakes yang meninggal dunia adalah bidan di Seluma dan dokter umum di Mukomuko,” beber Herwan.

Ditambahkannya, Nakes terpapar paling banyak bertugas di Kota Bengkulu yang mencapai 107 orang. Kemudian di Kaur 30 orang, Mukomuko 53 orang, Bengkulu Utara 42 orang, Rejang Lebong 77 orang, Lebong 4 orang, Seluma 29 orang, Kepahiang 36 orang, Bengkulu Selatan 13 orang dan Bengkulu Tengah 17 orang.

Rerata para Nakes terpapar akibat tertular dari Nakes lainnya yang merawat pasien covid-19. Ada juga yang terpapar saat melepas Alat Pelindung Diri (APD). Herwan berharap pada 2021 ini, tidak ada lagi Nakes yang menjadi korban covid-19. “Nakes merupakan garda terdepan menangani covid-19,” ujar Herwan.

Sementara itu, terus meningkatnya kasus covid-19 di Bengkulu, membuat pemerintah harus bergerak cepat melakukan upaya penanggulangan. Pemprov Bengkulu dan Pemkab/Pemkot harus memperbanyak fasilitas laboratorium PCR melalui pengajuan usulan ke pusat atau pengadaan alat PCR sendiri.

Selain itu, rumah sakit baik milik pemerintah, swasa, maupun TNI/Polri, memiliki kewajiban untuk memodifikasi dan menambah ruang rawat inap untuk pelayanan pasien covid-19 yang memiliki gejala sedang dan berat. Termasuk menyiapkan kebutuhan APD, ventilator dan alat kesehatan lainnya.

Herwan mengklaim pemerintah juga segera menyiapkan rumah sakit darurat untuk pelayanan covid-19. Yakni UPT Pelatihan Kesehatan Provinsi Bengkulu, Wisma Atlet Bengkulu Utara, Rusunawa Bengkulu Selatan dan Gedung PWI Rejang Lebong. Kemudian sejumlah gedung seperti Asrama Haji, BPSDM Provinsi Bengkulu, LPMP dan Mess Pemda juga disiapkan untuk tempat isolasi mandiri.

Terkait pemberian izin keramaian, Herwan mengaku hal itu dikembalikan ke masing-masing wilayah. “Tentu melihat kondisi perkembangan kasusnya,” demikian Herwan. (cia)