Sudah 10 Warga Meninggal Dunia Akibat Covid-19

0
114
ilustrasi

KOTA MANNA – Kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia di BS terus bertambah. Rabu (13/1), tercatat 10 kasus pasien konfirmasi covid-19 maupun probable yang meninggal dunia.

Sementara total warga konfirmasi Covid-19, juga semakin bertambah, tercatat sudah mencapai 109 kasus. Di antaranya, 23 orang menjalani isolasi mandiri di rumah, satu pasien dirawat di rumah sakit dan 75 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan kasus suspek covid-19, tercatat 295 kasus dengan 51 orang masih dalam pemantauan.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinkes BS, Siswanto, MSi, mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. “Kasus konfirmasi maupun yang meninggal dunia terus bertambah. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian bersama guna menekan penambahan kasus, paling tidak mengembalikan Bengkulu Selatan ke zona hijau,” tegas Siswanto.

Vaksinator Dilatih

Sementara itu, menjelang pemberian vaksin Covid-19, sebanyak 14 puskesmas yang ada di BS dan tenaga medis yang ada, tengah mengikuti pelatihan vaksinator oleh Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes BS. Setelah pemerintah mengumumkan akan memberikan vaksin secara gratis pada masyarakat, Dinkes BS menggelar Training of Trainer (ToT) Vaksinator melalui aplikasi zoom meeting.

“Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan tenaga medis yang ikut pelatihan bisa mentransfer pengetahuannya kepada yang lain,” ujar Kabid P2P Dinkes BS, Ns. Elfa Sari, SKep, MKes. Dia mengatakan jadwal pemberian vaksin, belum bisa memastikan. Namun dari ToT Vaksinator yang dilakukan, pemberian vaksin pertama kali dilakukan di wilayah ibukota Jakarta. Barulah setelah itu berjenjang ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Diperkirakan untuk tingkat kabupaten atau daerah, setelah pemberian vaksin di tingkat provinsi. Makanya pelatihan Vaksinator penting guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” tegas Elfa.

Sebelumnya, Bupati BS, Gusnan Mulyadi, meyakinkan masyarakat untuk tidak takut dengan pemberian vaksin covid-29. Gusnan memastikan vaksin tersebut aman karena sudah melalui tahapan yang panjang dan dilakukan oleh ahlinya. Vaksin Sinovac juga sudah melalui uji klinis BPOM dan MUI.

Bahkan, Gusnan mengaku sangat siap menjadi orang pertama yang menerima vaksin, sebelum tenaga medis dan masyarakat lainnya. “Siap jadi yang pertama, tidak perlu ragu,” tuntas Gusnan. (one)