Sopir Plat Kuning Ngadu ke Kantor Gubernur

0
612
NGADU: Sejumlah sopir plat kuning mengadu persoalan taxi online ke kantor Gubernur, kemarin (9/11)

BENGKULU – Sejumlah sopir angkutan umum berplat kuning baik taxi dan angkot mendatangi kantor Gubernur Bengkulu guna meminta kepastian sikap pemerintah terkait keberadaan angkutan dengan aplikasi online. Sejumlah sopir tersebut sebelumnya telah melakukan aksi mogok dan tidak mengoperasikan angkutannya.
Salah seorang sopir taxi 3 putra Fredi Santoso mengaku mogok nambang ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sopir angkutan berplat kuning. “Kami mewakili rekan seprofesi meminta kejelasan pemerintah dan OPD terkait keberadaan kendaraan online,” kata Fredi, Kamis (9/11).
Menurutnya, sejumlah tuntutan yang ingin disampaikan, diantaranya agar Pemprov menutup angkutan yang menggunakan aplikasi online. Karena keberadaan angkutan itu tidak sewajarnya ada di Bengkulu. Para sopir juga meminta pemerintah menertibkan angkutan desa yang kerap keluar masuk kota dengan bebas. “Dishub secara tegas mengatakan taksi online ilegal, maka dari itu kami meminta segera ditutup,” katanya.
Ia mengatakan, keberadaan taxi online mengganggu keberadaan angkot dan taxi resmi lainnya. Sebelumnya, Fredi mengaku kesulitan mencari penumpang. “Kami meminta tertibkan angkutan berplat hitam ilegal. Terakhir kami meminta aparatur, agar bersikap tegas terhadap angkutan yang tidak mengikuti aturan,” katanya.
Terpisah Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, sebagai langkah awal harus dilihat terlebih dulu regulasi atau aturan yang ada. “Angkutan yang telah beroperasi harus berlandaskan aturan,” ujar Rohidin.
Ia menambahkan, jika tetap dipaksakan adanya taksi online tanpa adanya aturan, hanya menimbulkan permasalahan. “Kita bicarakan dulu dengan Dishub Provinsi dan kota, termasuk Organda,” tutupnya. (cia)