SMKN 2 BS Kembangkan Technopark

0
509

PINO RAYA – Berbagai gebrakan terus dilakukan pihak SMKN 2 BS demi mencapai kemajuan. Bukan hanya kemajuan internal sekolah saja tetapi juga kemajuan petani dan pengusaha kecil yang tergabung dalam Usaka Kecil Menengah (UKM). Saat ini sekolah yang bergerak dibidang jurusan pertanian dan peternakan itu sedang menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam hal pengembangan Technopark.
Sosialisasi tahap awal sudah dilaksanakan sejak tanggal 25 Agustus 2018 dan berakhir tanggal 29 Agustus 2018 di SMKN 2 BS. Pembimbing tenaga ahli dari IPB, Deva Primadia Almadah SPI, MSI. Sedangkan peserta sosialisasi dari kalangan siswa SMKN 2 BS, dewan guru, pelaku usaha kecil menengah (UKM) serta perwakilan dari lima desa penunjang yakni Desa Selali, Desa Nanjungan, Desa Padang Beriang, Talang Alai dan Serian Bandung.
Materi sosialisasi yang disampaikan terkait pengembangan technopark bidang agribisnis dan agroteknologi. Baik produksi maupun pemasaran.
Sekretaris Technopark, Dedi Zulkarnain SP mengatakan, untuk sosialisasi tahap awal ini pihaknya baru sebatas mengenalkan kepada siswa, dewan guru, pelaku UKM, Tenant dan perwakilan desa binaan tentang usaha agroteknologi dan agribisnis yang bisa dikembangkan di daerah ini. Kemudian dilanjutkan dengan strategi pemasaran. Kemudian pendampingan kepada para pelaku UKM yang mau mengembangkan usahanya.
“Untuk kegiatan yang dilaksanakan tanggal 25-29 Agustus 2018 ini baru sosialisasi tahap awal,” kata Dedi. Kemudian nanti akan dilanjutkan dengan sosialisasi tahap dua, saat itu nanti jenis produk yang akan dikembangkan sudah dimunculkan. Sehingga bulan November langsung dilaksanakan lounching hasil prodak di SMKN 2 BS.
Para peserta yang dibimbing ini nantinya akan berperan aktif menyampaikan kepada masyarakat dan calon pengusaha yang ingin mendapat bimbingan. Kemudian para calon pengusaha ini nantinya akan diberi bimbingan dan pendampingan dalam hal pengadaan peralatan, pengoperasian peralatan, perizinan maupun pencarian modal. Hingga mereka bisa mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja. “Jadi nanti mereka kita bimbing secara menyeluruh. Bagaimana strategi meningkatkan mutu produk, meningkatkan jumlah produksi, meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengembangkan pemasaran. Tentunya semua itu memanfaatkan teknologi,” demikian Dedi. (ae)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here