Siswi SMP Dicabuli Pria Bertato

0
813
DIBEKUK : Terlapor pencabulan terhadap siswi SMP saat diringkus dan dibawa ke ruang Sat Reskrim Polres BS

PASAR MANNA – Tindak pidana pencabulan dialami seorang siswi kelas IX salah satu SMP di BS. Remaja putri itu diduga “digarap” oleh teman lelakinya sendiri berinsial TF (17), warga Kecamatan Pasar Manna. Tidak terima anaknya diperlakukan tak senonoh, Minggu (12/11) malam, ibu korban melapor ke Polres BS.
Tim Opsnal Sat Reskrim Polres BS yang mendapat laporan langsung bergerak. Hasilnya, terlapor TF berhasil diringkus.  Data terhimpun Rasel, pencabulan yang dialami korban terjadi Rabu malam (8/11) lalu. Pada malam itu, korban dijemput oleh terlapor di rumahnya menggunakan sepeda motor untuk diajak jalan-jalan malam.
Karena sudah lama kenal dengan terlapor, korban menuruti saja ajakan tersebut. Rupanya, pria bertato di tangan ini membawa korban ke Pantai Pasar Bawah. Disinilah kejadian yang seharusnya tidak terjadi akhirnya terjadi. Nah, setelah adegan itu terjadi, korban bertemu kakaknya. Korban pun disuruh pulang, apalagi hari sudah larut malam.
Bukannya menuruti perintah sang kakak, terlapor dan korban justru memilih kabur. Orang tua korban yang mendapat kabar ini mulai gelisah. Setelah dilakukan pencarian, didapati informasi jika buah hati mereka kabur bersama terlapor. Atas dasar itulah, orang tua korban melapor ke polisi.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Minggu (12/11) sore, didapat informasi jika korban dan terlapor berada di Kabupaten Seluma. Tim Opsnal Sat Reskrim Polres BS langsung berkoordinasi dengan Reskrim Polsek Kota Seluma untuk memastikan keberadaan korban dan terlapor.
Tidak berselang lama, Unit Reskrim Polsek Kota Seluma berhasil mengamankan terlapor dan korban yang sedang berada di salah satu warung internet (warnet). Setelah itu, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres BS langsung menjemput untuk membawa terlapor dan korban ke Mapolres BS guna menjalani pemeriksaan.
“Ya, kami menerima laporan pencabulan anak di bawah umur. Untuk pelaku sudah diamankan. Saat ditangkap, pelaku sedang bersama korban,” kata Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Khairuman SH.
Dari keterangan sementara, kata Kasat Reskrim, korban dan terlapor yang berstatus pengangguran memang menjalin hubungan spesial atau berpacaran. Sehingga persetubuhan yang dilakukan tidak atas dasar paksaan. “Korban masih anak di bawah umur. Jadi kasus ini akan diproses, terlapor sudah ditetapkan tersangka,” demikian Kasat Reskrim. (yoh)