Siswi SMA Dicabuli Hingga 30 Kali

0
2407
DIAMANKAN: Tersangka digiring Penyidik menuju Polres Kaur, kemarin. JULI/Rasel

Berawal Kenalan di Facebook, Diancam Badik dan Dicekik

PADANG GUCI HILIR – Salah satu warga Desa Talang Jawi II Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir), dijebloskan ke balik jeruji besi. Pria berinisial AP (40) yang berprofesi sebagai sopir travel Kaur-Bengkulu ini, dituduh mencabuli pelajar kelas XI SMA warga Kecamatan Tanjung Kemuning.
Tidak tanggung-tanggung, setidaknya AP sudah menggauli pelajar tersebut hingga 30 kali. Tindakan itu sudah dilakukan tersangka sejak November 2018. Tersangka berdalih melakukan persetubuhan dengan korban dengan rayuan dan dalih pacaran.
AP diamankan Satreskrim Polres Kaur, Rabu (27/6), sekitar pukul 12.05 WIB, di kediamanya. Tersangka pun menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Kaur atas tuduhan pencabulan.
Di hadapan Penyidik, tersangka mengakui sudah menyetubuhi korban hingga beberapa kali. “Kami pacaran pak, sudah beberapa kali saya begitukan. Saya kenal pertama melalui Facebook,” kata tersangka yang ternyata sudah memiliki istri dan dua orang anak ini.
Penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban didampingi orang tuanya. Berbeda dengan keterangan tersangka, korban mengaku sering diancam tersangka saat diminta melayani nafsu bejatnya.
Bahkan, korban mengaku sempat mendapat ancaman senjata tajam jenis badik (pisau). Tersangka juga mengaku beberapa kali mendapat tindak kekerasan dari tersangka. Salah satunya, tersangka pernah mencekik leher korban.
Korban mengaku pertama kali disetubuhi tersangka di salah satu hotel di Desa Sulawangi Kecamatan Tanjung Kemuning pada November 2018. Sedangkan perbuatan terakhir, dilakukan tersangka di samping rumah kosong di Desa Tanjung Kemuning 2 Kecamatan Tanjung Kemuning pada Mei lalu.
Sebelum melakukan perbuatan layaknya suami istri, korban mengaku sempat dimarahi oleh tersangka. Hal itu lantaran tersangka merasa cemburu melihat korban yang berkomunikasi dengan pria lain melalui akun Facebook. Korban juga pernah ditempel badik di bagian perut dengan modus kecemburuan tersangka.
Kapolres Kaur, AKBP Arief Hidayat SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Welli Wanto Malau SIK, MH, mengaku penangkapan tersangka dilakukan tanpa perlawanan. Tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh Penyidik.
Meski mengaku berpacaran dengan korban, tersangka tetap dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.
“Tersangka sudah kita amankan. Dia mengakui perbuatannya meski mengaku lupa sudah berapi kali menggauli korban. Namun dalam laporan korban, setidaknya sudah 30 kali dicabuli tersangka,” terang Kasat Reskrim.
Selain mengamankan tersangka, Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Selain itu, korban juga akan menjalani visum dan serangkaian tes lainnya.
“Ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak, jangan mudah percaya dengan kenalan Facebook. Apalagi diajak ketemuan di tempat yang dapat mengundang maksiat,” tutur Kasat. (jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here