Seleksi Guru P3K Dimulai Januari, Ini Syaratnya!

0
441
Sejumlah Guru dan Kepsek di Bengkulu Selatan dalam suatu acara beberapa waktu lalu ( Foto/Doc Radar Selatan)

KOTA MANNA – Kemendikbud RI memberikan kuota calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk tenaga guru sebanyak 424 orang ke Pemkab BS melalui Dinas Dikbud BS. Penyerahan kuota tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/12), di Yogyakarta pada rakor tentang penetapan kuota calon P3K guru.

Kepala Bidang Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Dikbud BS, Zero Kurniawan, S.Sos mengatakan, untuk pendaftarannya akan dimulai pada minggu ke empat Januari 2021 mendatang secara online. Tenaga guru honorer diminta untuk mempersiapkan diri terutama kelengkapan berkas yang nantinya diinput ke situs BKN di www.sscasn.bkn.go.id.

“Sudah ditetapkan untuk total kuotanya. Silahkan bagi guru honorer yang ingin mendaftar untuk mengunjungi alamat resmi BKN, guna mendapatkan informasi terbaru proses registrasinya,” ujar Zero Kurniawan.

Dijelaskannya, ada beberapa poin penting yang harus dimiliki calon pendaftar untuk dapat mengikuti seleksi tersebut. Diantaranya, berusia minimal 20 tahun dan setinggi-tingginya 1 tahun sebelum batas usia tertentu di formasi yang dipilih yakni 60 tahun. Tidak pernah dipidana penjara, di mana pidana penjara yang dimaksud adalah pidana hasil putusan pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap. Tidak berstatus sebagai PNS, PPPK, TNI, Polri, atau swasta yang pernah diberhentikan secara tidak hormat.

Bukan pengurus partai, baik anggota maupun pengurus. Artinya, tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Serta kualifikasi pendidikan sesuai dengan yang dilamar dan dibuktikan secara sah sehat jasmani dan rohani. “Terpenting juga calon pendaftar harus yang merupakan honorer wajib NIKnya sinkronisasi dengan nomor KTP yang ada di Dapodik,” kata Zero.

Selain itu, dalam proses pendaftaran nantinya tidak dibedakan antara pendaftar dari honorer KII (usia lebih 35 tahun) maupun honorer dengan kategori baru. Semuanya disesuaikan dan mengikuti tahapan seleksi yang sama. “Ada tahap seleksi administrasi, kemudian nanti akan ada juga seleksi kemampuan dasar. Prosesnya sama dengan seleksi CPNS,” jelasnya.

Setelah dinyatakan lulus, calon P3K guru akan mengikuti tahapan pemberkasan untuk mendapatkan Nomor Induk layaknya guru ASN. Bahkan, guru P3K tetap akan diberikan fasilitas tunjangan gaji dan pengembangan kompetensi layaknya ASN pada umumnya.

“Bedanya cuman satu, guru PNS itu memiliki dana tunjangan pensiun setelah purna bakti. Sedangkan untuk guru P3K tidak ada tunjangan tersebut,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap agar kesempatan seleksi calon P3K tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh guru honorer yang ada di BS. Secara tidak langsung, jumlah kuota yang tersedia tersebut sudah sangat membantu untuk mengisi kekurangan guru di satuan pendidikan baik SD maupun SMP.

“Silahkan mendaftar dan lengkapi berkas. Harapan kami, banyak guru honorer yang lulus program tersebut. Untuk informasi lebih lanjut akan kami sampaikan lagi nantinya,” pungkas Zero. (cw2)