Rekening Penerima BPUM Diblokir?

0
295
ANTREAN: Beberapa rekening penerima BPUM dibekukan dan saldo tabungan yang dimiliki ditarik kembali. Tampak para penerima BPUM saat mengantre mengurus penarikan bantuan, beberapa waktu lalu

PINO RAYA – Salah seorang penerima Bantuan bagi UMKM (BPUM) dampak pandemi Covid-19, Ferti Juita Nengsi, warga Desa Talang Padang Kecamatan Pino Raya, mengeluhkan rekening miliknya diblokir oleh pihak BRI. Bahkan, saldo tabungan yang dimilikinya sebesar bantuan yang diterima Rp 2,4 juta, tidak bisa ditarik.

Dia curiga pemblokiran rekening tabungan lantaran dirinya sudah mencairkan dana bantuan tersebut saat ditetapkan sebagai penerima bantuan UMKM. Namun Ferti mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan terkait pemblokiran yang dilakukan ataupun kesalahan yang dilakukannya sehingga saldo tabungan miliknya tidak bisa diambil atau terblokir.

“Saya pertama kali mengetahui uang (tabungan) saya diblokir oleh BRI Jumat (1/1) lalu. Waktu itu, saya berniat menarik uang dari ATM, untuk membeli pasokan gas elpiji dari agen. Tapi ternyata uang yang tersimpan di tabungan saya sudah tidak bisa ditarik,” ujar Ferti kepada Rasel, Minggu (10/1).

Ferti mengaku dirinya memiliki usaha pangkalan gas elpiji dan mengajukan bantuan UMKM pada tahap pertama. Dirinya dinyatakan sebagai salah seorang penerima bantuan dan pencairan dilakukan pada September 2020 lalu.

Setelah pencairan bantuan UMKM, Ferti mengaku tidak pernah mengecek saldo tabungannya. Dia juga mengaku setelah mendapat pemberitahuan pencairan bantuan UMKM, langsung melakukan penarikan dana bantuan dan hanya tersisa saldo Rp 59.

Namun, untuk kelancaran usaha pangkalan gas elpijinya, Ferti kemudian menabung hasil yang didapat Rp 300 ribu. Dia mengaku menabung melalui agen BRI-Link sehingga saldo tabungannya menjadi Rp 359 ribu.

Permasalahan kemudian diketahui ketika dirinya mencoba menarik tabungannya melalui ATM. Ternyata saldo tabungan miliknya kosong. Bahkan ada keterangan saldo minus Rp2 juta lima puluh ribu.

“Karena terkejut, saya coba masukkan uang Rp2 juta (yang juga disetor melalui agen BRI-Link, red). Tapi setelah dicek saldo, uang yang saya setor ternyata langsung ditarik oleh pihak bank,” jelas Ferti.

Karena panik uang tabungannya hilang, Ferti langsung mendatangi pihak BRI Cabang Manna, untuk mendapatkan klarifikasi. Ia kemudian menunjukkan bukti setoran melalui BRI-Link, namun saldo tabungannya sudah kosong.

“Waktu saya ke BRI Cabang Manna dan menjelaskan, mereka (pihak BRI) tidak tahu persoalannya. Bahkan mereka tidak tahu secara pasti,” beber Ferti.

Pihak BRI mengaku harus berkoordinasi dengan pusat terkait pemblokiran yang dilakukan. “Saya diminta menyertakan nomor telepon, tapi hingga sekarang belum adapemberitahuan lagi. Saya harap uang saya dikembalikan,” pintanya.

Kebijakan Pusat

Sementara itu, keluhan beberapa penerima bantuan modal lunak UMKM atau BPUM Rp 2,4 juta yang mengaku kehilangan saldo tabungan, direspon pihak BRI Cabang Manna. Sebagai bank penyalur, BRI tidak mengetahui persis pemblokiran yang terjadi.

“BRI hanya bank penyalur (bantuan modal UMKM). Kita (BRI) menerima perintah (dari Kementerian Koperasi dan UKM),” kata Supervisor Pelayanan Operasional (SPO) BRI Cabang Manna, Lismi Yindarti, saat dikonfirmasi Rasel via telepon, Minggu (10/1).

Menanggapi isu kehilangan saldo tabungan penerima BPUM karena “permainan” orang bank, Lismi membantah hal tersebut. Dia mengaku pihaknya hanya menjalankan perintah dalam penyaluran bantuan, sesuai data yang diberikan pemerintah.

“BRI hanya bank penyalur. Soal data penerima, itu bukan ranah kami. Saat verifikasi data penerima saja, ada yang kami seleksi agar sesuai kriteria penerima yang telah ditetapkan pemerintah. Misalkan yang berstatus PNS, TNI atau Polri, tidak boleh menerima. Tapi itu ada juga masyarakat yang menyangkal,” ungkap Lismi.

Terkait saldo masyarakat penerima UMKM yang “hilang” atau diblokir, Lismi menyarankan nasabah yang mengalami berkoordinasi ke pihak BRI. Pihaknya akan membantu mengecek saldo di rekening. Tapi jika pemblokiran disebabkan sistem penerima BPUM, hal itu bukan ranahnya BRI, tetapi langsung kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop-UM BS, Herman Sunarya, MH, mengaku belum mengetahui penyebab pemblokiran rekening beberapa penerima BPUM. “Saya belum terlalu memantau. Tapi kalau memang terjadi, mungkin saja karena kebijakan sistem dari pusat. Soalnya penyaluran BPUM itu langsung dari kementerian, kriteria penerima dan sistemnya diatur di situ semua,” beber Herman.

Terkait persyaratan penerima BPUM, saldo rekening tidak boleh di atas Rp 2 juta, Herman menyampaikan tidak ada aturan tertulis. Yang ada penerima BPUM tidak boleh ada pinjaman di bank, tidak boleh berstatus PNS, TNI dan Polri, serta wajib memiliki usaha. “Saya akan telusuri lagi hal ini. Setelah mendapat kejelasan, akan kami informasikan secepatnya,” tutup Herman. (cw2/yoh)