Puluhan Warga Masih Dipasung

0
597

KOTA MANNA – Dinas Sosial (Dinsos) BS mencatat 151 warga penderita gangguan jiwa masih dipasung oleh keluarga mereka. Hal itu lantaran dianggap dapat menganggu keamanan masyarakat sekitar.
Mereka tersebar di seluruh wilayah BS dan rentang umur di antara 15 sampai 40 tahun. Gangguan kejiwaan disebabkan berbagai faktor. Seperti masalah keluarga, ekonomi atau disebut pihak keluarga lantaran gangguan makhluk halus.
Kepala Dinsos BS, Diah Winarsih SH, mengaku kesulitan mendata keseluruhan kasus pemasungan. Kasus pasung tidak mudah terdeteksi karena pihak keluarga yang menyembunyikan persoalan tersebut.
Pemasungan ini tidak seharusnya dilakukan terhadap penderita gangguan jiwa. Pasalnya malah dapat memberi dampak psikis yang buruk kepada si penderita. “Mereka juga manusia, seharusnya dibawa ke pusat kesehatan, bukan dipasung,” terang Diah.
Selasa (18/10), Tim Dinsos BS mengevakuasi tujuh korban pasung untuk dibawa ke RSJKO Bengkulu. Di antaranya berasal dari Desa Anggut Kecamatan Pino, Desa Telago Dalam dan Karang Cayo Kecamatan Pino Raya. Serta warga Perumnas Pintu Langit Desa Tebat Kubu kecamatan Kota Manna dan Desa Dusun Baru Kecamatan Seginim.
“Mereka ada yang dikurung dan dirantai pihak keluarga karena khawatir membahayakan keamanan warga sekitar. Kami evakuasi untuk mendapatkan pengobatan di RSJKO Bengkulu dengan biaya pengobatan ditanggung BPJS,” sambung Diah.
Ditambahkannya, penderita gangguan jiwa seharusnya mendapatkan pengobatan secara simultan. Cara itu lebih efektif sehingga diharapkan penderita bisa sembuh secara bertahap.
Diah juga berharap seluruh masyarakat dapat bersinergi mewujudkan program kerja Kementerian Sosial Indonesia Bebas Kasus Pemasungan pada 2019. “Tahun 2018 nanti akan kita kebut evakuasi pasung dan memastikan Bengkulu Selatan bebas pasung,” demikian Diah. (cas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here