Puluhan Petani Kembali Gelar Aksi, Telur Busuk “Melayang” ke Gedung DPRD

0
179
Petani melempari gedung DPRD Seluma dengan telur busuk, lantaran bendungan Seluma belum juga dibuka sesuai dengan janji anggota dewan sebelumnya., FOTO: FAUZAN/Rasel

SELUMA – Puluhan masyarakat petani di Kabupaten Seluma, khususnya di wilayah Kecamatan Seluma Selatan, yang tergabung dalam perkumpulan petani pemakai air (P3A) wilayah Seluma Selatan, kemarin (21/1) siang kembali mendatangi kantor DPRD Seluma.

Kedatangan itu untuk menyampaikan kekesalan setelah sawah mereka hingga kemarin belum juga dialiri air lantaran Bendungan Seluma tak kunjung dibuka. Padahal sebelumnya antara petani P3A, DPRD dan Balai Wilayah Sungai Sumatera VII sudah sepakat jika Selasa (21/1) Bendungan Seluma dibuka.

Kesepakatan itu berdasarkan berita acara kesepakatan Nomor : 172 / 127 / DPRD – II / I /
2020 Tentang Rapat Dengar Pendapat tentang Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bendungan D.I
Seluma. Petani pengguna air bendungan Seluma bersedia memberikan perpanjangan waktu kepada rekanan selama 13 hari untuk menyelesaikan pekerjaan. Sayang, hingga kemarin belum ada tanda-tanda bahwa akan dilanjutkan proses normalisasi bendungan.

“Kedatangan kami kesini untuk menagih janji atas kesepakatan yang langsung di pimpin
rapat oleh bapak Wakil Ketua satu, Sugeng Zonrio. Dan hasil kesepakatan itu tertuang di
berita acara bahwa tanggal 21 januari 2020 air irigasi itu dibuka. Tetapi sampai detik
ini belum juga ada tanda-tanda dibuka,” tegas Anton Supriyanto, mewakili petani Kecamatan Seluma Selatan.

Sebagai bentuk kekesalan itu, para petani merobek berita acara serta melakukan pelemparan telor busuk ke Kantor DPRD Seluma serta ke pintu air Bendungan Seluma. “Bahwa petani ditipu oleh pihak BWSS. Berita acara yang sudah disepakat tersebut ternyata kami dibohongi. Kami ke DPRD Seluma hanya menyampaikan kekesalan kami kepada pihak BWSS,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Seluma Nofi Eriyan Andesca yang langsung menemui para perwakilan petani mengaku juga merasa kesal terhadap pihak BWSS dan pihak ketiga. DPRD tidak bisa melarang keinginan para petani karena sudah sesuai kesepakatan. Namun tetap, dirinya meminta para petani untuk tetap tenang dan kesabaran. Jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan.

“Bukan kami tidak memikirkan para petani, kami juga kesal atas kejadian ini. Tapi dengan
adanya kejadian ini, saya meminta para petani untuk tetap tenang dan sabar, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Nofi.

Lanjut Nofi, pihaknya akan memanggil BWSS dan pihak ketiga untuk kembali mempertanyakan kapan rehab irigasi serta pembukaan air di irigasi Bendungan Seluma dilakukan. (rwf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here