Penyuap RM Divonis 3 Tahun 7 Bulan

0
634
VONIS : Terdakwa penyuap eks Gubernur Bengkulu saat berkonsultasi dengan penasehat hukumnya pascamendengarkan putusan dari majelis hakim

BENGKULU – Majelis Hakim Pengadian Negeri Tipikor Kota Bengkulu menjatuhkan hukuman tiga tahun tujuh bulan penjara serta denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan kepada kepala perwakilan PT. Statika Mitra Sarana (SMS), Joni Wijaya, Rabu (8/11).
Vonis ini lebih rendah lima bulan dari tuntutan jaksa KPK yang menuntut hukuman penjara selama 4 tahun penjara. Joni dinyatakan terbukti memberikan suap kepada mantan Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan istrinya Lili Maddari sebesar Rp1 miliar melalui Rico Diansari. Pemberian suap ini untuk memuluskan proses lelang atas dua proyek yang dimenangkan oleh terdakwa.
“Terdakwa secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” sebut Majelis hakim yang diketuai Admiral, MH dan hakim anggota Rahmat MH serta Nich Samara, MH. Kuasa hukum Joni Wijaya, Martin Pangruken SH mengaku masih pikir-pikir terkait vonis jaksa tersebut.
“Kita ada waktu tujuh hari untuk mempertimbangkannya,” singkat Martin. Menurut Martin, pihaknya merasa keberatan atas sejumlah dakwaan majelis hakim yang, salah satunya sikap takut Joni atas pembatalan proyek menindaklanjuti hasil pertemuan pada 5 Juni di kantor gubernur bersama Ridwan Mukti dan sejumlah kontraktor lain.
“Tidak ada yang membuktikan saksi ataupun yang menyatakan jika Joni merasa takut proyeknya dibatalkan,” tandasnya.  Jaksa KPK Fitro Nur Cahyo juga mengaku masih pikir-pikir terkait putusan majelis hakim ini. “Kita pikir-pikir. Masih ada waktu tujuh hari,” sebut jaksa.
Seperti diketahui, Joni Wijaya tertangkap tangan KPK atas kasus dugaan pemberian suap kepada Lili Maddari dan Ridwan Mukti pada 20 Juni 2017. Dalam kasus ini,KPK juga menangkap Direktur PT Rico Putra Selatan, Rico Diansari yang diduga sebagai pihak perantara dan mengamankan uang Rp1 miliar yang disimpan dalam kardus.
Dalam proyek di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu tahun 2017, PT Statika Mitra Sarana memenangkan dua paket pekerjaan. Yakni pembangunan/peningkatan jalan Tes-Muara Aman/Air Dingin-Tes  Rp40 miliar, dan pembangunan/peningkatan jalan Curup-Air Dingin sebesar Rp18 miliar. (cia)