Penjual Pempek Bakar Nyabu

0
170
RILIS : Kapolres BS bersama Kasat Narkoba dan Kasubag Humas Polres BS merilis tangkapan penyalahguna narkoba jenis sabu-sabu

KOTA MANNA – Sat Res Narkoba Polres Bengkulu Selatan (BS) kembali menangkap penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Dia adalah FA alias Fa (25), warga Jalan Seroja Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna. Fa diciduk karena mengkonsumsi barang haram tersebut.

Dari penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa satu paket sabu-sabu yang dibungkus plastik bening yang dibalut tisu, satu unit HP Samsung, satu kaca pirek dan empat buah pipet. Kapolres BS, AKBP Deddy Nata, SIK mengatakan, tersangka ditangkap pada Rabu (20/1) dini hari sekitar pukul 03.32 WIB.

Tersangka yang sedang berada di rumah disergap Tim Opsnal Sat Res Narkoba yang dipimpin Kasat Narkoba, Iptu E.H Purba, MH. “Sebelumnya memang sudah mendapat informasi bahwa ada masyarakat yang akan melakukan transaksi sabu-sabu. Kasat Narkoba bersama tim melakukan pengintaian. Hingga Rabu (20/1) dini hari dilakukan penangkapan,” kata Kapolres dalam konfrensi pers, Kamis (21/1).

Tersangka yang berprofesi sebagai penjual pempek bakar ini tidak hanya sebagai pemakai. Tapi juga kurir sabu-sabu. Biasanya ia memesan “barang” dari bandar. Selain untuk dikonsumsi sendiri, sabu yang dibeli ia jual kembali. “Tersangka ini sebagai kurir. Selain konsumsi sabu sendiri, ia juga menjual ke orang lain,” terang Kasat Narkoba.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal enam tahun penjara. “Selanjutnya kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam kasus ini,” ujar Kasat Narkoba.

Karena Kecanduan

Sementara itu, Fa mengaku mengkonsumsi sabu karena kecanduan. Awalnya ia mengenal sabu-sabu sejak masih di bangku SMA. Dirinya dikenalkan oleh temannya ke lingkungan narkoba. Fa pun terpengaruh hingga mau mencoba barang haram itu. “Saya konsumsi narkoba sejak SMA, saya kecanduan dan sudah ketergantungan,” aku Fa.

Untuk mendapatkan sabu-sabu, Fa biasanya memesan dari bandar dengan cara transfer melalui rekening bank. Kemudian dikirim dengan sistem peta untuk mengelabui polisi. “Saya konsumsi sabu-sabu karena kecanduan saja pak, bukan untuk yang hal lain-lain,” ujar Fa yang masih lajang ini. (yoh)