Pengusaha Wedding Nilai Satgas Covid Tak Adil

0
137
ASPIRASI : Pengusaha wedding menyampaikan aspirasi ke DPRD BS, Senin (18/1)

KOTA MANNA – Aturan Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu Selatan (BS) yang melarang masyarakat menggelar pesta pernikahan diprotes pengusaha wedding atau pernik pernikahan. Senin (18/1) pengusaha tenda, organ tunggal, pelaminan, tukang rias pengantin, sanggar tari dan fotografer datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi kekecewaan mereka atas pelarangan pesta pernikahan.

“Kami ingin DPRD turut menyuarakan aspirasi ini. Sebab, pelarangan pesta pernikahan sangat berdampak dengan usaha kami pak,” kata Yayan, salah seorang pengusaha wedding.

Dalam hearing bersama DPRD, pengusaha wedding menilai keputusan Satgas Covid-19 BS melarang pesta pernikahan dengan alasan mencegah kerumunan yang dapat menjadi klaster penyebaran Covid-19 tidak adil.

Meski pesta pernikahan ditidakan, kerumunan tetap terjadi. Seperti tempat wisata selalu ramai pengunjung. Misalnya pada tahun baru lalu tempat wisata di Sekunyit, Pasar Bawah dan Taman Merdeka dipadati pengunjung. Pasar pun selalu ramai didatangi masyarakat setiap hari. Bahkan banyak yang tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 namun tidak ada tindakan dari Satgas Covid misalnya melakukan pembubaran.

Tidak hanya itu, pengusaha wedding juga menyentil pada tahapan pilkada 2020 lalu Covid-19 seakan “menghilang”. Di mana, semua kegiatan kampanye yang mengumpulkan massa tidak dilarang. Begitupun pesta pernikahan yang masih boleh dilaksanakan. Tapi setelah tahapan pilkada usai, pesta pernikahan mulai dilarang. Bahkan aturan terbaru dikeluarkan Satgas Covid mewajibkan akad nikah dilaksanakan di kantor KUA.

“Kami berharap bapak-bapak DPRD bisa memperjuangkan aspirasi kami. Karena kami sangat menderita pak. Penghasilan mengandalkan dari usaha ini, karyawan banyak di rumahkan karena tidak ada job,” sambung Yayan diiyakan pengusaha wedding yang lain. Mereka berharap Satgas Covid-19 kembali mengizinkan masyarakat menggelar pesta pernikahan. Sehingga usaha mereka dapat berjalan. Jika nanti sudah diizinkan, mereka berjanji akan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Merespon aspirasi pengusaha wedding, hari ini DPRD BS akan memfasilitasi pertemuan mereka dengan Satgas Covid-19. “Besok (hari ini) kalian kembali hadir ke kantor DPRD. Akan kami pertemukan dengan pemangku kebijakan yang membuat aturan itu,” kata Ketua DPRD, Barli Halim, SE. (yoh)