Pasca Mutasi, Dinas Dikbud Sidak Sekolah

0
74
TEKEN : Guru dan Kepsek menandatangani tanda bukti penerimaan SK tugas di ruang PTK Dinas Dikbud BS, Foto: REZAN/Rasel

KOTA MANNA Isu adanya beberapa guru dan kepala sekolah belum menerima mutasi dan sertijab ditanggapi Dinas Dikbud BS. Senin (13/1), Kepala Dinas Dikbud BS, Rispin Junaidi, M.Pd bersama sejumlah pengawas sekolah melakukan sidak.

Sidak untuk memastikan efektifitas dan kedisiplinan guru dan Kepsek. Hampir semua sekolah di BS didatangi Dikbud. Salah satunya di SMPN 23 BS yang berlokasi di Kecamatan Ulu Manna.

“Iya sudah kami lakukan sidak ke sekolah. Hasilnya dewan guru dan kepsek yang dipindahtugaskan sudah bekerja di tempat baru. Sebagian besar sudah melakukan sertijab,” klaim Rispin.

Kegiatan tersebut sekaligus untuk menerima masukan dan keluhan setiap sekolah pasca mutasi. Pihaknya beranggapan bahwa mutasi yang digelar ini untuk sementara waktu merotasi guru yang telah lama mengabdi di suatu sekolah. Kemudian untuk meratakan guru potensial agar bisa memberikan peningkatan kualitas pendidikan yang baik di sekolah yang belum menonjol selama ini.

“Berulang kali kami imbau kepada guru dan kepsek agar semua keluhan dan permasalahan yang timbul akibat mutasi untuk melapor kepada kami. Misalnya ada yang gurunya berlebih, bahkan ada yang gurunya kurang sama sekali,” tegas Rispin.

Pihaknya juga mengatakan hasil mutasi yang telah digelar juga tidak serta merta monoton dan suatu keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.

Justru pihaknya menerima masukkan dari sejumlah pihak dan menjadi bahan evaluasi untuk kemajuan pendidikan. Pihaknya juga mengimbau agar setiap guru dan kepsek segera mengambil surat keputusan (SK) yang telah diterbitkan.

SK sangat penting dan akan menjadi pegangan dewan guru dalam bertugas. Tidak memegang SK tugas juga berdampak tidak validnya data guru sehingga bisa menghambat tunjangan sertifikasi maupun validasi jam ngajar guru tersebut.

“Kalau SK nya sudah semua diterbitkan. Namun, beberapa guru dan kepala sekolah masih ada yang belum mengambil,” ungkap Rispin.

Sementara itu, dari pantauan Rasel, hingga kemarin (13/1) siang, jumlah guru yang belum mengambil SK sebanyak 59 dari 156 guru yang dimutasi. Sedangkan kepala sekolah masih ada 49 dari 125 kepsek yang dirotasi. (zan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here