Nikah Siri, Pasutri “Bulan Madu’ di Sel

0
500
DIAMANKAN: Pasutri diamankan polisi di kediamannya dan dibawa ke Mapolres Kaur (Julianto/Radar Selatan)

KAUR SELATAN – Lantaran tidak mengantongi izin istri tua, pasangan suami istri (Pasutri) yang baru saja melangsungkan pernikahan secara siri, terpaksa mendekam di balik jeruji besi tahanan. Keduanya berinisial AM (28) dan LS (20), warga Desa Kepala Pasar Kecamatan Kaur Selatan.

Perbuatan nikah sirih yang dilakukan keduanya, berakhir dengan “bulan madu” di sel tahanan Mapolres Kaur, Senin (29/6). Keduanya ditahan setelah istri sah AM, Perni Yulianti (26), warga Kelurahan Bandar Kecamatan Kaur Selatan, melaporkan kasus nikah siri suaminya tersebut ke Mapolres Kaur.

“Untuk Pasutri yang dilaporkan nikah siri, sudah kita amankan. Kini masih dalam pemeriksaan anggota,” beber Kapolres Kaur, AKBP. Puji Prayitno SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Pedi Setiawan, SH, Selasa (30/6).

Disampaikan Kasat Reskrim, keduanya melakukan pernikahan siri di daerah Bogor. Mereka diamankan sekitar pukul 23.00 WIB, di rumah mereka di Desa Kepala Pasar. Keduanya diamankan setelah polisi menerima laporan dari istri AM pada siang harinya, Senin (29/6).

Berawal dari AM yang menikahi LS, pada 3 Desember 2019 lalu, di Kecamatan Bojong Gede Bogor, tanpa sepengetahuan istri sahnya. Tindakan AM tersebut kemudian diketahui istri sahnya.

Merasa tidak terima atas perbuatan suaminya, Perni melaporkan suami dan istri sirinya itu ke Mapolres Kaur. Setelah mendapat laporan, polisi mengamankan pasangan suami istri tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, mereka ini nikah di Bogor Desember 2019 lalu. Keduanya kami jerat dengan dua pasal dalam KUHP. Yakni pasal 279 tentang menikah lagi tanpa izin istri terdahulu, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun,” tutup Kasat Reskrim. (jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here