Miris, Usai Diperkosa, Diancam Dibunuh

0
660

KEDURANG – Nasib malang dialami siswi salah satu SMA di BS. Kesuciannya direnggut RS (25), warga asal Lampung yang menetap di Desa Tanjung Alam Kecamatan Kedurang.

Karena disetubuhi secara paksa, ayah korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. RS alias Ro ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres BS, AKBP. Deddy Nata, SIK, melalui Kapolsek Kedurang, Iptu. Kusyadi, MSi, mengatakan dugaan pemerkosaan dialami korban pada April 2020 lalu. Ketika itu, korban diajak tersangka ke perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Kedurang.

Saat berada di kebun kelapa sawit, suasana yang sepi membuat tersangka bernafsu melampiaskan hasratnya. Tersangka pun membujuk korban melakukan hubungan badan. Meski korban sempat menolak ajakan tersebut, tapi tersangka memaksa korban. Persetubuhan pun tak terelakkan.

“Peristiwa pencabulan terjadi tahun lalu, tepatnya bulan April. Korban masih berstatus anak,” ujar Kapolsek.

Usai melampiaskan nafsunya, tersangka mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada siapa pun. Bahkan, tersangka mengancam membunuh korban jika menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya atau orang lain. “Persetubuhan dilakukan tersangka atas dasar paksaan. Korban diancam dibunuh,” tegas Kapolsek.

Namun setelah menyimpan rahasia tersebut beberapa bulan, korban pun bercerita kepada orang tuanya. Mendengar cerita tersebut, orang tua korban tidak terima sehingga langsung melapor ke polisi. Anggota Polsek Kedurang yang mendapat laporan langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Sabtu (9/1), sekitar pukul 22.02 WIB, tersangka berhasil ditangkap saat sedang berada di rumahnya. “Dari hasil interogasi, tersangka mengakui melakukan perbuatan persetubuhan kepada korban,” beber Kapolsek.

Atas perbuatannya, tersangka pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun. (yoh)