Minta Relief Vulgar WAS Diganti

0
110
Pemilik WAS, Ahua berjanji akan merubah relief yang dinilai vulgar dengan relief yang lebih ramah pengunjung

KOTA MANNA – Wakil Bupati BS, H. Rifai Tajuddin meminta kepada pemilik objek wisata alam sekunyit (WAS) untuk mengganti patung dan relief yang menuai kritikan dan heboh masyarakat lantaran dinilai terlalu vulgar.

Ini disampaikan wabup saat meninjau objek wisata tersebut, bersama Sekkab serta rombongan FKUB, MUI serta OPD terkait, Selasa (5/1). Wabup meminta relief yang tidak sesuai dengan adat serta budaya ketimuran, diganti dengan relief atau lukisan di dinding yang nuansanya lebih ramah terhadap pengunjung.

“Kami (Pemda) sangat mendukung adanya pembangunan objek wisata baru di wilayah BS. Namun harus sesuai dengan kultur adat dan budaya. Mungkin bisa hadirkan nuansa budaya lokal agar para pengunjung lebih nyaman saat berkunjung,” ujarnya.

Ditambahkannya, meskipun objek wisata itu dibangun milik swasta atau pribadi. Namun tetap harus memenuhi ketentuan dan kebijakan yang ada di BS. Agar kedepan program pembangunan sejalan dengan adat dan budaya daerah. “Kapan perlu jika tidak menyalahi, di depan pintu gerbang bisa dibuat gambar pengantin BS. Jadi orang pertama kali masuk, kesan pertamanya itu wilayah BS,” sarannya.

Senada disampaikan Sekkab BS, Yudi Satria, MM, perlu diberikan nuansa lokal juga ditujukan untuk promosi daerah BS. Disamping itu, ornament, patung dan relief yang dibuat juga harus mengkaji kultur adat dan budaya. “Mungkin semua agama setuju agar sebuah tampilan patung untuk tidak vulgar. Kepada OPD terkait kami minta agar terus memantau proses pembangunan yang saat ini berlangsung,” terangnya.

Sekkab juga menyarankan dibuat tim khusus yang terdiri dari berbagai unsur. Guna melakukan pengawasan dan peninjauan hingga pengerjaan objek WAS selesai dibangun. Agar sesuai dengan apa yang diharapkan. “Kasihan nanti pemiliknya jika harus merubah-rubah terus. Maka dari itu, silahkan tim pantau terus. Jikapun ada hal yang dianggap sesuai, sebaiknya segera sampaikan,” tukasnya.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag BS, H. Arsan Suryani Ibrahim, M.HI, menurutnya bangunan objek wisata adalah untuk menunjang perkembangan dan kemajuan daerah. Namun, karena masyarakat yang berkunjung cakupannya luas bahkan luar dari wilayah BS. Maka harus menyesuaikan dengan ketentuan dan adat yang berlaku.

“Mungkin yang saat ini ada patung vulgar agar diperbaiki untuk tidak vulgar lagi. Ataupun ada bentuk bangunan yang masih kurang baik dilihat, juga harus diperbaiki. Sejatinya pemerntah akan terus mendukung yang sifatnya untuk kemajuan,” kata Arsan.

Sementara itu, pemilik WAS, Ahua mengaku siap memperbaiki dan merealisasikan semua masukan yang diberikan oleh Pemda dan sejumlah organisasi masyarakat. Bahkan, untuk sementara waktu selama waktu pembenahan tersebut, objek WAS akan tutup sementara.

“Terima kasih atas semua kritikan dan masukannya. Kami sangat berterima kasih, sebab dengan adanya masukan dari semua pihak. Sehingga pembangunan WAS ini lebih baik lagi,” terang Ahua.

Lanjutnya, proses pembangunan objek WAS saat ini sejatinya belum selesai. Bahkan baru mencapai 20 persen dari total perencanaan yang dianggarkan. Dengan sisa pembangunan 80 persen tersebut. Ia meminta agar Pemda terus memberikan saran dan sumbangsih petunjuk, tak terlepas pula dengan warga BS.

“Semakin banyak yang memberikan masukan, maka kegiatan yang dilakukan akan lebih sempurna,” pungkasnya. (cw2)