Kucuran DAK Pendidikan Naik: Prioritaskan Sekolah Rusak dan Minim Sapras

0
48
BUTUH REHAB: Kondisi SDN 82 BS sangat memprihatinkan dan harus segera direhab

KOTA MANNA – Tahun 2021 mendatang, kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan dari Kemendikbud RI ke BS mengalami kenaikan. Sebesar Rp 43,3 miliar, atau naik sebesar Rp 6,3 miliar dari DAK yang diterima tahun ini sebesar Rp 37 miliar.

Rencananya, dana sebesar tersebut akan diprioritaskan untuk sekolah yang benar-benar membutuhkan, terutama sekolah yang minim sarana dan prasarana (Sapras). Harapannya, tidak ada lagi sekolah yang kondisi bangunannya serta fasilitas pembelajarannya yang memprihatinkan.

Ini disampaikan Sekretaris Dinas Dikbud BS, Agustian, S.Sos, M.Si kepada Rasel, Rabu (2/12). Rehab dan pembangunan gedung sekolah yang rusak dan minim fasilitas akan menjadi prioritas. Seperti di SDN 82 BS di Desa Kembang Seri Kecamatan Pino Raya yang kondisinya rusak parah. Bahkan dinding sekolah banyak yang jebol akibat sudah lama tidak tersentuh pembangunan.

“Adanya penambahan total anggaran tersebut tentu berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di BS. Terutama untuk mendukung kelayakan fasilitas sekolah. Target kami, tidak ada lagi nantinya sekolah BS dengan kondisi yang memprihatinkan,” kata Agustian.

Diterangkan Agustian, masih banyaknya sekolah yang tidak mendapatkan bantuan rehab dari DAK selama ini, karena tidak maksimalnya data yang diinput operator sekolah ke laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sehingga, secara umum Kemendikbud RI tidak bisa mengetahui secara langsung kondisi sekolah tersebut.

“Maka dari itu, kami berharap agar sekolah itu menyampaikan kondisi bangunannya secara real dan persis dengan kondisi yang terjadi. Sehingga kedepan, dapat tersentuh pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, DAK sebesar Rp 43,3 miliar tersebur rinciannya untuk jenjang TK/PAUD sebesar Rp2,6 miliar, jenjang SD Rp25 miliar, jenjang SMP sebesar Rp15,1 miliar dan untuk Perpustakaan sebesar Rp500 juta. “Untuk anggaran tersebut sudah masuk dalam RAPBN 2021 yang disahkan oleh DPR RI dan ditandangani presiden. Harapannya, dengan adanya perubahan anggaran tersebut. Realisasi program di daerah lebih maksimal lagi dalam mewujudkan pembangunan,” kata Kepala KPPN Mana, Lia Amalia, SH

Terpisah, Kasubbag PPE Dinas Dikbud BS, Yen September, S.Pd.i mengaku hingga saat ini total item pembangunan sekolah tahun 2021 yang telah diusulkan ada sebanyak 63 paket. Dengan rincian sebanyak 12 paket TK, 41 paket SD serta 10 paket SMP.

“Untuk cut off akhir usulan rehab bangunan fisik sebentar lagi akan kami lakukan. Mudah-mudahan saja semua usulan tersebut disetujui oleh Kemendikbud RI. Sehingga sekolah yang telah diprioritaskan untuk dibangun dapat dimulai pengerjaan proyeknya tahun depan,” kata Yen. (cw2)