Korban Sempat Dipaksa Masuk Mobil, Giliran Siswa di Maje Nyaris Diculik

0
4978
Aparat Polres Kaur saat mendatangi kediaman kedua korban yang nyaris jadi korban penculikan, Sabtu (18/1)

MAJE – Laporan adanya anak yang nyaris menjadi korban penculikan di wilayah Kaur kembali terjadi. Kali ini dilaporkan murid SDN 117 Kaur, atas nama Natalia Tampubolon (10), dan Sifa Nur Aini (10), warga Desa Parda Suka Kecamatan Maje.

Kedua korban yang masih duduk di bangku kelas IV ini melaporkan nyaris menjadi korban percobaan penculikan sekitar pukul 15.31 WIB, Sabtu (18/1), kemarin.

Data terhimpun, peristiwa itu bermula ketika kedua korban berjalan kaki berangkat ke sekolah mereka untuk mengikuti kegiatan pramuka. Nah, saat di dalam perjalanan menuju sekolah tersebutlah, keduanya melihat ada sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam parkir di pinggir jalan. Kemudian, keluar dari dalam mobil dua orang laki-laki.

Dari cerita korban Natalia yang disampaikan ke ibunya Destiana (30), saat itu kedua lelaki tersebut mengajak kedua korban untuk masuk ke dalam mobil dengan mengiming-iming mereka uang sebesar Rp 5 ribu. Bahkan, kedua korban dipaksa kedua pelaku dengan memegang tangan kedua korban.

“Anak saya sempat dipaksa ikut namun melawan dan menggigit tangan pelaku,” ujar Destiana.

Pelaku pun kemudian melepaskan tangannya dari korban yang langsung melarikan diri. Sementara, kedua pelaku langsung masuk ke dalam mobil dan pergi. “cerita anak saya ini juga dibenarkan rekannya, keduanya sempat berjalan bersama-sama,” ungkap Destiana.

Terpisah, Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat S.IK, disampaikan Kapolsek Maje IPDA Cahya Prasada Tuheteru S.T.rk membenarkan adanya informasi itu. Setelah mendapat informasi itu polisi mendatangi kediaman kedua orang tuanya yakni Destiana (30) dan Septiawati (28), hasilnya kedua orang tuanya membenarkan cerita tersebut dan meminta keterangan dari kedua korban.”Keterangan orang tua dan anaknya memang demikian, kami masih menyelidiki kasus ini,” ungkap Kapolsek.

Dari hasil keterangan kedua murid SD tersebut. Selain menggunakan Avanza hitam, jumlah pelaku di dalam mobil ada tiga orang, dua orang lakilaki dan satu perempuan. Pelaku perempuan menggunakan baju berwarna putih dan menggunakan masker.

Bahkan dalam mobil terbut ada seorang anak dan minta tolong. Namun keduanya tidak mengenal kedua pelaku yang menggunakan logat bahasa Indonesia itu. “Mereka tak mengenali siapa keduanya, kami mengimbau kepada orang tua dapat menjaga anak anaknya dan menjemput bila pulang sekolah,” ungkap Kapolsek.(jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here