KBM Daring Kembali Diperpanjang

0
191
Ilustrasi/Rasel DARING : Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 6 BS digelar secara daring

KOTA MANNA – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) BS, Agustian, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan di tingkat pendidikan dasar (SD/SMP) diperpanjang selama 14 hari dari tanggal 16 Januari mendatang. Hal tersebut dikarenakan status wilayah BS masih kategori zona merah kasus covid-19. “Untuk proses KBM daring akan diperpanjang selama dua minggu. Silahkan sekolah informasikan ke masing-masing siswa,” kata Agustian.

Sebagai bahan pegangan sekolah nantinya. Agustian mengaku pihaknya akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) lanjutan. Namun, semua guru tetap harus hadir ke sekolah meskipun KBM digelar secara daring. “Kepala, guru termasuk staf di sekolah wajib hadir sebagaimana jam tugas, Hanya siswa saja yang kegiatan belajarnya dari rumah,” terangnya.

Namun demikian, selama masa perpanjangan KBM tersebut berlangsung. Pihak Dikbud BS akan terus melakukan evaluasi dan monitoring. Jika nantinya status wilayah BS masih zona merah covid-19. KBM daring bakal diperpanjang lagi. “Kebijakan KBM daring adalah suatu bentuk kewaspadaan dan langkah menanggulangi pandemi covid-19. Kami tidak ingin ada siswa sekolah yang terpapar virus tersebut,” tukasnya.

Sementara kebijakan KBM daring di satuan pendidikan Madrasah juga akan mengikuti kebijakan yang diterapkan di satuan pendidikan umum. Pihaknya juga akan memperpanjang masa belajar daring sesuai dengan SE yang ada di Dinas Dikbud.

“Kami akan menyesuaikan dengan kebijakan yang ada di Dinas Dikbud. Jika memang harus diperpanjang, maka belajar daring di pendidikan Madrasah juga akan diperpanjang,” ujar Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag BS, H. Ahmad Syukri, M.Pd.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Manna, Diazdado Putrajaya, SE, M.Si saat dihubungi Rasel via telepon Kamis (14/1) mengaku, bahwa KBM daring di tingkat SMA/SMK/SLB akan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Untuk itu, ia meminta kepada masing-masing sekolah agar kembali melanjutkan sistem pemberian tugas kepada siswanya. “Masih diperpanjang, saat ini saya sedang rapat di Kantor Dinas Dikbud Provinsi mengenai kebijakan tersebut,” ujar Diaz. (cw2)