Kapolres Pastikan Keluarkan Izin Pesta Pernikahan Dibolehkan, Tapi…

0
194
SOSIALISASI: Bupati BS Gusnan Mulyadi bersama Ketua BMA BS Armanudin Durhan saat sosialisasi serta pembagian buku saku resepsi pernikahan dimasa pandemi Covid-19. (WAWAN/Rasel?

KOTA MANNA – Pemkab BS bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, resmi membolehkan warga untuk menggelar pesta resepsi pernikahan. Meski dibolehkan, tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti panduan yang telah ditentukan.

Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Dikbud) BS bekerja sama dengan Badan Musyawarah Adat (BMA) telah menerbitkan buku panduan rangkaian pesta akad nikah dan resepsi pernikahan pada masa pandemi Covid-19. Buku tersebut secara resmi ditandatangani Bupati, Gusnan Mulyadi, secara simbolis.

Buku panduan juga telah diserahkan kepada BMA, Lembaga Adat Desa dan perwakilan Tuau Kerja (Ketua Panitia). “Hari ini (1/7) kami tandatangani dan kami serahkan secara resmi buku panduan ini kepada BMA sebagai tanda bahwa Bengkulu Selatan sudah bisa melaksanakan hajatan pernikahan dan rangkaian adat lainnya. Perlu disampaikan serta disosialisasikan kepada masyarakat,” tegas Gusnan.

Kepada BMA, Lembaga Adat dan Tuau Kerjau, Bupati meminta agar bersama-sama menyosialisasikan panduan pesta pernikahan kepada masyarakat luas. Dalam buku panduan tersebut, memuat beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi oleh tuan rumah yang akan menggelar resepsi pernikahan. Antaranya menyiapkan tempat cuci tangan dan menyusun tempat duduk dengan jarak aman.

Selain itu, juga membatasi jumlah orang yang hadir pada saat proses lamaran maksimal 10 orang, dengan rincian dari pihak menunggu 5 orang, dari pihak yang datang 2 orang, calon pengantin dan orang yang dituakan serta cendikiawan. Sedangkan untuk akad nikah, maksimal 20 orang dan undangan pada resepsi pernikahan maksimal 500 undangan.

Pada acara resepsi pernikahan juga tidak dibolehkan adanya salam-salaman, mulai dari penyambut tamu hingga salaman ucapan selamat kepada pengantin. Hiburan organ tunggal hanya dibolehkan pada siang hari dengan ketentuan penyanyi disiapkan dari pemilik organ tunggal dan tidak ada undangan yang bernyanyi. Tujuannya untuk menghindari penyebaran virus melalui mikropon.

Selanjutnya untuk kegiatan masak-masak, hanya dilakukan oleh pihak keluarga dekat dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menyediakan air minum dalam kemasan.
Selama masa pandemi Covid-19, beberapa kegiatan adat dan hiburan belum dibolehkan. Yakni bimbang adat, hiburan seni dendang, permainan kartu dan domino, serta tari napa dan tari persembahan.

Sementara itu, Ketua BMA BS, Armanudin Durhan, memastikan dalam penyusunan buku panduan tersebut mengacu ketentuan-ketentuan adat. “Untuk diketahui bersama, panduan ini hanya berlaku selama pandemi Covid-19 saja. Kalau pandemi sudah berakhir, silakan kita menggelar pesta pernikahan dan kegiatan lainnya seperti sebelum-sebelumnya,” demikian Armanudin.

Sementara itu, Kapolres BS, AKBP Deddy Nata, SIK, mengatakan pihaknya tidak akan lagi membubarkan masyarakat yang menggelar acara resepsi pernikahan. Langkah itu diambil setelah maklumat Kapolri tentang larangan kerumunan dicabut dan karena pertimbangan BS sudah berstatus zona hijau Covid-19.

“Karena sekarang sudah new normal dan maklumat pak Kapolri juga sudah dicabut. Kami (polisi) sudah mempersilahkan masyarakat menggelar pesta pernikahan,” beber Kapolres.

Namun Kapolres mengingatkan agar masyarakat yang menggelar pesta pernikahan ataupun yang hadir wajib mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Di antaranya mengenakan masker, menjaga jarak dan rutin cuci tangan.

“Tetap harus patuhi protokol kesehatan. Kita harus tetap antisipasi dan selalu waspada supaya terhindar dari virus corona,” imbau Kapolres.

Kapolres juga setuju dengan buku saku aturan resepsi pernikahan yang dibuat Pemda BS. Untuk menjalankan pengawasan tersebut, pihaknya akan melakukan patroli di lokasi pesta pernikahan. Tujuannya untuk mengimbau masyarakat agar menjalankan protokol pencegahan Covid-19, tapi polisi tidak akan melakukan tindakan tegas dengan pembubaran, melainkan hanya menyampaikan imbauan.

“Bagi masyarakat yang hendak menggelar pesta pernikahan, wajib menyampaikan izin keramaian ke Polres atau ke Polsek. Sekarang akan dilayani dan diberikan izin,” tutup Kapolres. (one/yoh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here