Jika Berdasarkan Raihan Suara Parpol, Ini Kekuatan Paslon Pilkada BS

0
244

KOTA MANNA – Sebanyak 14 partai politik (parpol) berpartisipasi pada pilkada Bengkulu Selatan dengan mengusung empat pasang calon (paslon) bupati-wabup. Berdasarkan perolehan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di BS, PDIP memperoleh suara terbanyak dengan raihan sebanyak 14.578 suara, diikuti Nasdem 14.452 suara dan Gerindra 10.459 suara.

Kemudian, Demokrat 9.925 suara, Golkar 8.129 suara, PKPI 7.632 suara, PAN 7.111 suara, Perindo 5.244 suara, PPP 4.577 suara, Berkarya 3.544 suara, Hanura 3.131 suara, PKB 2.940 suara, PKS 2.496 suara, PBB 1.599 suara, PSI 1.441 suara dan Garuda 12 suara.

Nah, jika dikalkulasi perolehan suara di Pileg 2019 lalu, paslon Bupati dan Wakil Bupati Gusnan Mulyadi dan Rifai (Gurita) nomor urut 3 ini mendapat dukungan suara paling banyak, dari gabungan parpol dengan 33.138 suara, yakni Nasdem dan Golkar selaku parpol pengusung dan parpol pendukung yakni PBB, PSI, PPP dan PKB.

Kemudian disusul paslon Budiman Ismaun-Helmi Paman (BUMI) dengan total suara 25.037. Pasangan nomor urut dua ini diusung PDIP dan Partai Gerindra yang berada di posisi tiga besar parpol peraih suara terbanyak di pileg BS tahun 2019 lalu.

Sementara pasangan Dewi Sartika-Marwan Iswandi diposisi ketiga suara partai pengusung terbanyak. Jika ditotalkan perolehan suara Partai Demokrat, Partai Perindo dan Partai Berkarya di pileg bulan April tahun lalu. Total suara parpol yang mengusung Rika-Andi paslon nomor urut 4 ini sebanyak 18.713 suara. Kemudian disusul Hartawan-Darmin (HD) yang diusung PAN dan PKPI serta didukung PKS. Jika dijumlahkan perolehan suara tiga parpol pengusung dan pendukung HD paslon nomor urut 1 ini, sebanyak 17.239 suara.

Dengan melihat raihan suara parpol pengusung dan pendukung paslon, hitungan di atas kertas tentu paslon Gurita lebih unggul. Dengan catatan, masyarakat yang pada Pileg lalu memilih parpol tersebut, tetap komitmen dan solid. Sehingga tetap memilih paslon yang diusung parpol tersebut.

Namun ini Pilkada, suara parpol tidak bisa menjadi patokan utama mengukur kekuatan kandidat. Sebab, pada Pilkada ini masyarakat lebih banyak melihat figur yang diusung. Serta visi misi dan program yang dibawa paslon tersebut, juga mempengaruhi peluang. Jika visi misinya bagus ketika diberi amanah menjadi kepala daerah, bisa membuat paslon memiliki banyak peluang.

Disisa waktu kurun satu bulan menjelang pemungutan suara 9 Desember, empat paslon bupati-wabup dan tim pemenangan semakin bergerliya bergerak dilapangan. Strategi meningkatkan elektabilitas dan popularitas dikerahkan. Misalnya mengintensifkan pertemuan dengan masyarakat dibeberapa desa/kelurahan. Merangkul organisasi atau kelompok masyarakat. Dan juga silatuhrahmi di pesta pernikahan.

Ketua Tim Keluarga Gurita, Hadiar Saito, S.Sos mengatakan, sosialisasi ke masyarakat terus dilakukan untuk meyakinkan melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan. “Kita terus bergerak mengajak masyarakat melanjutkan pembangunan daerah kita menjadi semakin baik kedepannya,” kata Saito.

Serupa disampaikan Ketua Tim Keluarga HD, Yusman Hadi, S.Ag, kunjungan ke masyarakat semakin intens dilakukan dalam rangka silatuhrahmi dan menyampaikan visi misi pencalonan. “Pak Hartawan dan Pak Darmin menghadiri undangan adik sanak yang mengajak pertemuan. Disitu dijalin silatuhrahmi dan menyampaikan visi misi kepada masyarakat,” imbuh Yusman.

Demikian pula disampaikan paslon wabup Marwan Iswandi, dia menyebut saat ini semua paslon memiliki peluang yang sama. “Saya lihat semua berpeluang, kami tetap fokus mengajak dan memperkuat militansi tim pemenangan bersosialisasi ke masyarakat,” ungkap Andi. (yoh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here