INGAT! Covid-19 Masih Merajalela

0
89
CEK: Petugas medis mengecek kediaman pasien Covid-19 serta melakukan rapid test terhadap keluarga pasien

SEMAKU – Penularan virus Covid-19 di Provinsi Bengkulu masih belum berakhir. Bahkan, kasus baru warga konfirmasi Covid-19 masih terus bertambah.

BS yang sempat masuk zona hijau setelah tidak ditemukan kasus baru dan sembuhnya warga yang konfirmasi Covid-19, kini tidak bisa lengah begitu saja. Pun dengan Seluma yang temuan kasus baru masih saja terjadi. Begitu juga dengan Kaur yang kasus konfirmasi Covid-19 masih saja bertambah.

Di BS, belum lagi dinyatakan sembuh satu warga yang dinyatakan konfirmasi Covid-19, AM (31), warga Kelurahan Pasar Mulia Kecamatan Kota Manna, yang juga karyawan BUMN di BS, lima warga BS ikut tercatat sebagai pasien baru Covid-19. Lima kasus baru konfirmasi Covid-19 ini menambah deretan penderita Covid-19 yang menjadi total 19 orang.

Lima kasus baru konfirmasi Covid-19, dua di antaranya karyawan BUMD di BS, ZH dan KK berjenis kelamin laki-laki, warga Desa Batu Lambang Kecamatan Pasar Manna. Tiga warga lainnya, Ed (54) berjenis kelamin perempuan, seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya, AR (25), perempuan, warga Tanjung Mulia, dan YL (57), perempuan, salah seorang ASN lingkungan Pemkab BS, yang juga warga Kelurahan Padang Kapuk Kecamatan Kota Manna.

BS masih dinyatakan berstatus zona orange Covid-19. Untuk itu, warga diimbau tetap waspada dan wajib menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas keseharian, terutama saat keluar rumah.

“Selain satu warga asal Kelurahan Pasar Mulia berinisial AM, sudah ada lima tambahan kasus baru konfimasi Covid-19. Kini semuanya masih dalam pemantauan tim medis serta penanganan khusus. Termasuk untuk keluarga pasien, sudah dilakukan tindakan,” ujar Kepala Dinkes BS, Siswanto, S.Sos, MSi.

Disampaikan Siswanto, untuk penambahan pasien penderita Covid-19, belum bisa dipastikan riwayat perjalanannnya. Namun diperkirakan, riwayat penularan selain pernah mengunjungi daerah terpapar Covid-19, juga diindikasikan penyebaran dari transmisi lokal. Apalagi dari lima warga yang terkonfirmasi positif, dua orang sebelumnya pernah tinggal di Kota Bengkulu.

“Kami terutama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu Selatan, akan terus melakukan tindakan. Selain tracking dan memberi edukasi, juga melakukan penyemprotan disinfektan,” ujar Siswanto.

Klaster Tumbuan

Sementara itu, di Seluma, klaster paparan Covid-19 Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi, ditemukan dua tambahan kasus baru. Rilis yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Seluma, pada klaster Tumbuan, dari dua kasus menjadi lima kasus. Itu setelah adanya penambahan tiga kasus baru yang ditemukan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Seluma, Ahmad Tavip, S.IP, mengatakan sampel swab hasil tracking atau penelusuran kontak erat dengan pasien positif Covid-19, menemukan tiga kasus baru. “Jadi jumlah pasien positif ada 5 orang dari klaster Tumbuan,” tegas Ahmad Tavip, Minggu (25/10).

Tiga kasus baru, RP (19), AK (3) dan HS (33). Ketiganya merupakan pasien konfirmasi yang kontak erat dengan IRT warga Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi yang sebelumnya dinyatakan positif setelah berobat ke salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu.

“Tiga orang ini merupakan keluarga dekat pasien pertama klaster Tumbuan. Kami masih terus melakukan upaya tracking ke desa tersebut,” ujarnya.

Tavip menyebut ketiganya sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Namun, kelima pasien positif Covid-19 di Desa Tumbuan terus dilakukan pemantauan. Jika memang ada gejala gangguan kesehtan, akan diambil langkah cepat penanganan medis ke RSM Yunus Bengkulu.

“Untuk sementara masih isolasi mandiri di rumah. Besok (hari ini) akan kami cek lagi kondisi ketiga pasien baru ini,” tegasnya.

Hal itu selaras dengan rilis yang disampaikan Dinkes Provinsi Bengkulu yang diterima Rasel, kemarin. Disebutkan, ada tambahan 26 kasus positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu, Minggu (25/10). Satu kasus berasal dari BS, dua kasus dari Kaur dan tiga kasus dari Seluma.

Ia mengatakan, sejak Jumat (23/10) lalu, terdapat 3 orang balita yang tertular covid-19. Pihaknya berharap orang tua dapat menjaga anak-anaknya dari virus tersebut.

Umumnya, sambung Herwan, anak-anak yang terpapar Corona disebabkan dari orang tuanya yang beraktivitas di luar. Untuk itu, Herwan mengimbau agar para orang tua lebih taat terhadap protokol kesehatan. “Saat kembali dari aktivitas di luar, langsung membersihkan diri sebelum berdekatan dengan anak,” imbau Herwan.

Total kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Bengkulu mencapai 995 kasus. Dari jumlah itu, 720 orang dinyatakan sembuh dan 48 orang meninggal dunia. Herwan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan memakai masker. “Upaya itu adalah cara yang paling efektif mencegah penyebaran virus corona,” beber Herwan.

Satu ASN

Di Kaur, penyebaran Covid-19 juga masih bertambah. Kemarin (25/10), ditemukan dua warga Kaur yang dinyatakan konfirmasi Covid-19. Dengan tambahan ini, total warga Kaur yang terpapar mencapai 12 orang, 8 di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 4 orang lainnya, masih berstatus positif Covid-19.

Dari penelusuran Rasel, dua warga tersebut berasal dari Kecamatan Kaur Selatan dan salah satunya berstatus ASN. “Ada penambahan (pasien konfirmasi Covid-19), satu laki-laki dan satu perempuan,” ujar Kabid P2P Dinkes Kaur, Juli Haryanto, SKM.

Dari rilis yang disampaikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu, kasus penambahan di Kaur yakni kasus 975 berjenis kelamin laki-laki berumur 22 tahun, belum ditemukan kontak erat dengan kasus lain. Keluhannya yakni hilang rasa dan indra penciuman. Pasien masih isolasi mandiri.

Sementara kasus 978 yakni seorang perempuan berumur 45 tahun, juga belum ditemukan riwayat kontak. Pasien mengeluhkan batuk dan lesu dan menjalani isolasi mandiri. “Kami akan melakukan penelusuran riwayat kontak, termasuk yang ASN,” tegas Juli.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 klaster ASN terus dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kaur. Hingga kemarin, tercatat sudah 92 ASN menjalani rapid test. Mereka berasal dari lima OPD terpisah. Rapid test untuk memastikan tidak ada lagi ASN lingkungan Pemkab Kaur yang mengalami gejala Covid-19.

Satgas Covid-19 mencatat ASN lima OPD yang sudah menjalani rapid test. Yakni 20 orang di Ipda Kaur, 56 ASN Bappeda-Litbang, 12 staf Plt Bupati dan 4 orang dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga berencana Pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak (DP2KB-P3A).

“Sudah kita lakukan rapid tes, hasilnya semuanya non reaktif. Sebab itulah, ASN yang lain tak perlu ragu, namun tetap harus jaga jarak dan tentunya ikut protokol kesehatan,” kata Ketua pelaksana Harian Gugus Tugas Covid 19 Kaur, Ujang Syafiri, S.Pd.

Ujang menegaskan, meski ada dua OPD yang ASN terpapar covid-19, namun hasil tracking yang dilakukan tidak menemukan adanya penularan. “Dua OPD yang ditemukan ASN terpapar Covid-19 tetap dibuka. Tidak ada yang ditutup, meski memperketat protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara mengenai kesehatan dua ASN yang terpapar covid menurut Ujang, kondisinya tetap sehat. Tetapi masih menjalani isolasi mandiri hingga beberapa hari kedepan sampai dipastikan kondisinya sembuh dari Covid. Keluarga ASN itu masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya dan juga mendapat pengawasan oleh tim satgas Covid-19.

“Mudah mudahan tak ada lagi yang terpapar covid sehingga aktivitas masyarakat dan OPD dapat berjalan dengan normal. Saya menghimbau kepada seluruh warga kaur untuk mematuhi protokol kesehatan dengan tiga M yakni mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker dan juga menjaga jarak,” ujarnya.

Ditegaskannya pula hari ini pihaknya akan melakukan penyemprotan seluruh OPD. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kaur. Penyemprotan desinfektan akan dilakukan di seluruh OPD terutama di kawasan padang kempas.

Selain Satgas, kegiatan penyemprotan juga akan dibantu oleh PMI Kaur dan beberapa OPD lainnya. “Kita rencanakan akan lakukan penyemprotan secara keseluruhan, terutama di OPD yang berdekatan dengan OPD yang ASN yang terpapar Covid,” sebutnya. (one/rwf/cia/jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here