Harga Benur Anjlok, Ikan Naik Drastis

0
29
Penampung Benur Kaur

BINTUHAN – Dalam satu minggu terakhir ini harga jual baby lobster (BBL) atau benur kembali mengalami penurunan hingga 50 persen lebih. Kemarin (15/10), dari tangan nelayan pengepul hanya bersedia membeli dengan harga Rp 4500 per ekor. Padahal pada minggu lalu sempat melambung hingga Rp 10 ribu.

Sementara harga ikan di Kaur naik. Ini lantaran sejumlah nelayan di Kaur banyak yang menangkap benur. Sementara yang hanya beberapa nelayan saja yang menangkap ikan, sehingga membuat ikan langka.

Anjoknya harga benur ini dibenarkan penampung benur di Kabupaten kaur dari PT Alam Laut Agung yang hingga kemarin masih menampung benur di Kabupaten Kaur. Perusahaan yang paling banyak mengirim benur ini mengaku anjloknya harga benur bukan hanya terjadi di Kabupaten Kaur namun memang harga kirim ke luar negeri mengalami penurunan harga jual. “Kita ekspor ke Vietnam jadi harga jualnya memang anjlok minggu ini, mudah mudahan satu dua hari akan kembali normal,” ujarnya.

Namun demikian dia mengaku harga seperti itu sebenarnya sudah standar dan masih dalam angka wajar. Sebab saat pihaknya masuk ke Kaur pada awal bulan lalu sempat anjlok hingga Rp 3500 per ekornya untuk jenis pasir. Nah saat banyak penampung masuk terjadi perang harga. Namun dia memastikan penjualan benur tetap akan stabil dan para nelayan tidak akan dirugikan. “Mudah mudahan tidak lama turunnya nanti kita beli mahal lagi dengan nelayan kalau sudah naik,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Berkah Lautan Maje di Pelabuhan Linau Kecamatan Maje, mengaku dalam dua minggu terakhir ini memang harga ikan mengalami kenaikan hingga 50 persen. Hal ini karna banyaknya permintaan ikan sementara nelayan banyak mengganti profesi menangkap benur.

Misalnya ikan tongkol sebelumnya Rp 25 ribu per kilo naik menjadi Rp 35 ribu-40 ribu perkilo, ikan karang yang semula harga perkilonya sekitar Rp 40 ribu naik menjadi Rp 55 ribu lebih. ikan jenis lain juga mengalami kenaikan hingga 50 persen

Hal ini karena nelayan menghitung hitung benur lebih menjanjikan dibandingkan dengan ikan. Sebab harga benur masih tinggi sementara benur yang ada di perairan laut kaur masih banyak. “Harga ikan naik karena ikan sulit dicari di lokasi pelelangan nelayan banyak yang nangkap benur termasuk juga di pelabuhan lain seperti Bintuhan,” ujarnya. (jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here