Hadapi Sidang, AIR Siapkan 24 Saksi dan 30 Alat Bukti

0
298

BENGKULU – Tim Kuasa Hukum Paslon Gubernur-Wagub, Agusrin M. Najamuddin-Imron Rosyadi (AIR), menyiapkan 24 alat bukti dan sekitar 30 orang saksi untuk dihadirkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) Gubernur Bengkulu 2020. Bukti yang disiapkan berupa surat dan dokumen serta saksi yang sebagian besar dari masyarakat umum.

Kuasa Hukum AIR, Zetriansyah, mengatakan sesuai materi gugatan yang disampaikan, mereka meminta MK mendiskualifikasi paslon nomor urut 2, Rohidin Mersyah-Rosjonsyah. Mereka menuding adanya kecurangan dengan menggunakan fasilitas negara saat berkampanye.

Kedua, meminta dilakukan pemilihan ulang di lima kabupaten. Yaitu Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma dan Kepahiang. “Bukti dan saksi sudah kita siapkan. Tinggal menunggu jadwal persidangan dari MK,” tegas Zetriansyah kepada wartawan, Selasa (19/1).

Dengan bukti dan saksi yang ada, Zetriansyah mengaku optimis gugatan dapat dikabulkan MK. “Tentunya optimis gugatan dikabulkan,” singkatnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Eko Sugiato, mengatakan dengan bergulirnya sidang MK, tahapan penetapan Gubernur-Wagub Bengkulu terpilih, dipastikan ditunda. “Penetapan pasangan calon terpilih nanti menunggu putusan MK. Artinya, pelantikan gubernur yang mestinya pada 12 Februari, kemungkinan juga akan ditunda,” ungkap Eko.

Dia memperkirakan MK akan menyampaikan putusan pada 16 Februari atau selambat-lambatnya pada 24 Maret 2021. “KPU telah berkoordinasi dengan KPU RI mengenai penyusunan jawaban dan menyiapkan alat bukti,” ungkapnya.

Terpisah, Cagub, Rohidin Mersyah, mengaku pihaknya secara resmi mendaftar sebagai pihak terkait dalam sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan di MK. Rohidin mengaku siap mengikuti proses persidangan yang nantinya akan didampingi tim kuasa hukum. “Sengketa Pilkada itu hal yang biasa. Kita siap mengikuti prosesnya,” demikian Rohidin. (cia)