Gubernur Orang Pertama Divaksin Covid-19

0
15
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah

BENGKULU – Pemprov Bengkulu sudah melakukan persiapan vaksinasi yang akan dilaksanakan secara nasional pada 13 Januari mendatang. Bengkulu telah menerima 20.280 dosis vaksin Sinosac pada 4 Januari lalu. Vaksinasi tahap pertama ini akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Wagub Bengkulu, Dedy Ermansyah, mengatakan hasil rapat bersama Mendagri dan Menteri Kesehatan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan serentak secara simbolis pada 13 Januari. Pemberian vaksin perdana akan dilakukan kepada Gubernur, Forkominda dan Tokoh Agama.

“Jadi semua kepala daerah ikut divaksin. Kalau di pusat Presiden dan Menteri,” kata Dedy usai rapat bersama Mendagri dan Menteri Kesehatan secara virtual, Selasa (5/1).

Ia mengatakan tujuan vaksinasi kepada pejabat publik untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar tidak meragukan vaksin tersebut. Vaksin, sambung Dedy, sudah melalui tahap uji coba yang sangat ketat, sehingga dipastikan aman. Lokasi pemberian vaksin masih akan dibahas dalam rapat berikutnya. “Masyarakat tidak usah khawatir, vaksin ini aman dan telah melalui uji coba,” ungkap Dedy.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan pemberian vaksin dilakukan dalam 15 bulan. Periode pertama terhitung Januari 2021 hingga April 2021 dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan petugas publik. Periode kedua adalah masyarakat umum yang ditargetkan rampung dalam waktu 11 bulan, terhitung April 2021 hingga Maret 2022.

Vaksin yang tiba di Bengkulu akan diprioritaskan untuk 17 ribu tenaga kesehatan. Namun jumlah vaksin yang dikirim baru 20 ribu dosis, dan masih menunggu pengiriman selanjutnya untuk memenuhi kekurangan.

“Vaksin yang diberikan untuk satu orang ada dua dosis. Kita masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk kekurangan ini,” ungkap Herwan.

Dengan adanya vaksin, Herwan menargetkan penurunan kasus covid-19 di Provinsi Bengkulu hingga di bawah 5 persen dan tingkat kesembuhan di atas 80 persen. Angka penyebaran kasus covid-19 di Bengkulu sendiri mencapai angka 18 persen.

“Secara nasional, angka kasus covid-19 di Bengkulu dalam kategori sedang. Kedepannya kita akan mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat,” tutur Herwan. (cia)