Gawat, Dana Pilkada Seluma Bakal Dipangkas

0
13

TAIS – Rapat paripurna penyampaian awal Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020, yang digelar DPRD Seluma, Selasa (5/11), terungkap jika terjadi defisit anggaran sebesar Rp54 miliar. Defisit inipun berimbas kepada pelaksanaan Pilkada Seluma. TAPD bersama dengan DPRD Seluma akan memangkas anggaran KPU yang sebelumnya diplot Rp25,5 miliar dan Bawaslu sebesar Rp8,6 miliar.

Ketua DPRD Seluma, Nofi Erian Andesca, S.Sos mengatakan, untuk mengurangi atau menekan angka defisit tersebut harus dilakukan rasionalisasi anggaran. “Kami bahas dan merasionalisasi sehingga angka defisit bisa ditekan lagi,” sebut Nofi. Berdasarkan aturan lanjut Nofi, angka defisit anggaran tersebut dinilai terlalu besar. Idealnya tidak lebih dari 3 persen dari total anggaran.

“Defisit itu tidak boleh lebih dari 3 persen dari besaran APBD. Sedangkan Rp54 miliar itu lebih dari 3 persen. Jadi benar-benar harus dipangkas,” ungkap Nofi. Salah satu mengurangi defisit tersebut adalah memangkas beberapa anggaran yang dinilai kurang efisien. Diantaranya anggaran Pilkada yang diserahkan untuk KPU dan Bawaslu Seluma.

“Utamakan anggaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, itu yang kami utamakan. Oleh karena itu anggaran yang kurang efisien seperti dana KPU dan Bawaslu harus kami pangkas,” tegasnya lagi.

Kepala BPKD Seluma Deddy Rhamdani, SE M.SE MA mengakui memang harus melakukan beberapa perubahan terhadap anggaran yang ada untuk menutupi anggaran yang defisit tersebut. Caranya, pemangkasan terhadap usulan yang ada. (rwf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here