Dugaan MP, Uang Tunai Rp43 Juta Diamankan

Anggota DPRD Dilaporkan Pengeroyokan

0
501
LAPOR: Erlan saat menyampaikan laporan ke Gakumdu Bawaslu Kaur

KAUR – Salah seorang tim sukses paslon di Pilkada Kaur, Erlan (39), warga Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal, resmi melapor ke Bawaslu Kaur. Laporan yang disampaikan tim pemenangan paslon nomor urut 2, Lismidianto-Herlian Muchrim itu, terkait dugaan adanya indikasi rencana bagi-bagi uang atau money politic (MP) yang dibawa oleh terlapor sebesar Rp43.650.000.

Erlan dan kawan-kawan juga menangkap tangan terlapor yang merupakan oknum Kades salah satu desa di Kecamatan Nasal. Saat ini perkara teregister dengan nomor 08/LP/PB/Kab/07.04/XI/2020 itu ditangani oleh Sentra Penegakan Hukum terpadu (Gakkumdu) Kaur. Dikonfirmasi terkait hal ini, Komisioner Bawaslu Kaur, Natijo Elem, S.Ikom, membenarkan adanya laporan tersebut.

Natijo mengaku laporan itu sudah diterima pihaknya kemarin (29/11) pagi. Selanjutnya, pihaknya akan menggelar rapat dengan komisioner lainnya. “Laporannya sudah kita terima dan sudah teregister. Selanjutnya akan kita proses sesuai dengan Peraturan Bawaslu,” ujarnya.

Diketahui, pelapor datang ke Sentra Gakkumdu Bawaslu Kaur dengan membawa beberapa barang bukti yang menurut pelapor merupakan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT). Barang bukti berupa amplop, daftar nama mata pilih di Kecamatan Nasal, uang tunai sejumlah Rp43.650.000, handphone dan 3 unit mobil.

Pelapor mendapati barang bukti itu setelah mencegat Timses salah satu paslon yang akan masuk ke daerah terpencil Kecamatan Nasal. Erlan yang dikonfirmasi Rasel, mengaku sudah melaporkan hal itu ke Bawaslu Kaur, sekitar pukul 09.30 WIB. “Sudah saya serahkan dengan Bawaslu. Silahkan konfirmasi ke sana, sesuai dengan yang saya laporkan,” tegas Erlan.

Anggota DPRD Kaur Dilaporkan

Diduga masih berkaitan dengan perkara OTT yang dilaporkan Erlan ke Bawaslu Kaur, salah seorang oknum Anggota DPRD Kaur dapil Maje-Nasal, berinisial Li alias Mu, dilaporkan mantan Anggota DPRD Kaur yang juga satu dapil dengannya, Ririn Aprianto, S.Pd (34), warga Desa Batu Lungun Kecamatan Nasal.

Ririn melaporkan Li ke Mapolres Kaur dengan sangkaan pengeroyokan. Ririn mendatangi Mapolres Kaur sekitar pukul 08.30 WIB.

Dalam laporannya, Ririn mengaku kejadian itu bermula sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (28/11), Ia berada di Desa Sinar Banten Kecamatan Nasal. Dimana, mobil yang Ia gunakan bersama rekan-rekannya dihentikan Li dan kawan-kawan.

Versi pelapor, ketika itu, Ia ditarik oleh terlapor dan memukul serta mencekik lehernya. “Saya dikeroyok dan dianiaya di tengah jalan, penyebabnya saya tidak tahu persis,” ujar pelapor.

Kapolres Kaur, AKBP. Dwi Agung Setyono, SIK, MH, disampaikan Kasat Reskrim, AKP. Apriadi, SH, membenarkan sudah menerima laporkan itu. Laporan dengan nomor: LP/732-B/XI/2020/Bkl/Res Kaur tanggal 29 November 2020 sudah diterima Penyidik dan secepatnya akan ditindaklanjuti. “Sudah kita terima akan kita proses sesuai hukum terlapornya salah satu oknum anggota DPRD Kaur,” ujarnya.

Data terhimpun Rasel, dua kejadian di atas terjadi saat iringan mobil salah satu tim paslon cakada ini dihentikan oleh tim lain. Sehingga terjadilah adu argumen yang menyebabkan penyitaan uang tunai, mobil dan juga keributan yang berujung dengan saling lapor dari kedua belah pihak. (jul)