Dirwan Mahmud Ajukan PK, PH Siapkan Bukti Baru

0
142

BENGKULU Mantan Bupati BS, Dirwan Mahmud, melalui Tim Kuasa Hukum, resmi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis kasus suap yang diajukan Majelis Pengadilan Tipikor Bengkulu. Berkas pengajuan PK sudah disampaikan ke pengadilan, kemarin (25/6).

Pengajuan PK untuk mengkaji putusan Majelis Hakim yang telah dibacakan pada 24 Januari 2019. Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkrach) karena sebelumnya Dirwan Mahmud menyatakan menerima vonis hukuman dengan tidak mengajukan upaya banding.

Kuasa Hukum Dirwan, Albert Luther, mengatakan pengajuan PK berdasarkan temuan bukti baru yang menurut mereka membuat vonis yang dijatuhkan kepada Dirwan Mahmud menjadi tidak adil. “Adapun alasan upaya PK ini terkait adanya kekhilafan Hakim dan/atau suatu kekeliruan yang nyata sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (2) huruf (c) KUHAP. Dimana terdapat kekeliruan Majelis Hakim dalam pertimbangan tentang fakta dan pertimbangan hukum,” terang Albert.

Dalam Putusan Nomor: 88/PID.SUS-TPK/2018/PN.BGL, Dirwan Mahmud dijatuhkan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 300 juta serta hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih selama 3 (tiga) tahun, setelah vonis hukuman dijalankan. Vonis tersebut, beber Albert, dijatuhkan Majelis Hakim hanya mengacu pada satu orang saksi.

“Padahal diketahui bersama, ketentuan pasal 185 ayat (2) KUHAP, jelas menyebutkan keterangan seorang saksi tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya. Atau istilah Unus Testis Nullus Testis (satu orang saksi bukanlah saksi, red),” terang Albert.

Alasan lainnya, terkait masalah penerapan pasal 12 huruf (a) Undang-Undang Tipikor, dimana unsur utama dalam pasal tersebut adalah

“menerima hadiah atau janji,” disebut Albert tidak memiliki alat bukti jelas berdasarkan fakta-fakta persidangan. “Kami kuasa hukum telah menguraikan beberapa alasan-alasan hukum dalam memori PK dan mempersiapkan bukti-bukti yang mendukung dalil-dalil tersebut,” sambung Albert.

Selanjutnya, Albert mengaku menunggu panggilan sidang dari Pengadilan Tipikor Bengkulu untuk menyampaikan bukti-bukti terkait alasan-alasan PK yang telah tercantum dalam memori PK yang diajukan. “Dengan pengajuan ini, kita tentu saja optimis. Dalam persidangan nanti bisa diungkapkan,” tutup albert. (cia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here