Dimerger, Nasib Kepsek dan Guru?

0
837
SERAHKAN : Kepala Dinas Dikbud BS, H. Darmin SE saat menyerahkan SK Bupati tentang penetapan nomor sekolah di aula Dinas Dikbud, kemarin (22/3)

Darmin : Nanti Ada Mutasi Skala Besar
KOTA MANNA – Adanya perbedaan kualitas antara sekolah dalam satu komplek, sulit meningkatkan mutu sesuai dengan standar nasional pendidikan dan tidak mampu memenuhi kuota siswa baru. Oleh sebab itu Dinas Dikbud BS, melakukan merger atau penggabungan sekolah. Setelah dimerger, Dinas Dikbud mengatur kembali nomor urut sekolah.
Kepala Dinas Dikbud BS, H. Darmin SE menyebut, merger dialami SDN 2 yang satu komplek dengan SDN 8 yang digabung menjadi SDN 2. Kemudian komplek SDN 9 dan SDN 19. Setelah diatur sesuai nomor urut menjadi SDN 6. Lalu komplek SDN 5 dan SDN 16 digabung menjadi SDN 5. Sesuai nomor urut mejadi SDN 4.
Selanjutnya, komplek SDN 4, SDN 23 dan SDN 3 dilebur satu menjadi SDN 3. SDN 45 yang satu komplek dengan SDN 55 berubah nomor menjadi SDN 38. “Nyaris seluruh sekolah berubah nomor urutnya. Disesuaikan dengan urutan 1 sampai 115 sesuai jumlah SD Negeri di Bengkulu Selatan ini. Begitu juga untuk SMP ada tiga yang dihapus yakni SMPN 23, SMPN 25 dan SMPN 27. Setelah dihapus nomor urut SMP juga diatur ulang,” jelas Darmin.
Dinas Dikbud juga mengubah status 10 TK swasta serta mengubah nama TK dengan nomor urut. Diantaranya TK Negeri Pembina Manna menjadi TK Negeri 1, TK Pertiwi 1 menjadi TK Negeri 2. “Diurutkan nomornya begitu juga TK yang kita alih status menjadi negeri disesuaikan nomor urutnya,” terang Darmin. Lalu bagaimana dengan nasib para kepsek dan guru di sekolah yang digabung? Dikatakan Darmin, pascaUjian Nasional (UN) April mendatang, pihaknya akan menggelar mutasi guru dan kepsek skala besar.
Yang dimaksud skala besar tegas Darmin, karena akan ada perubahan SK penugasan guru yang nomor urut sekolahnya berubah. Misalnya, sebelumnya salah satu guru bertugas di SDN 8. Karena sekolahnya sudah disatukan dengan SDN 2 maka SK penugasannya diubah sesuai tempatnya bertugas saat ini. “Kalau untuk kepsek kita lihat hasil evaluasi kinerja masing-masing. Siapa yang akan dijadikan kepseknya. Sedangkan guru Jika setelah dimerger jumlah kebutuhan guru di sekolah itu berlebih maka akan kita pindahkan ke sekolah yang kekurangan guru,” beber Darmin.
Untuk guru tidak tetap (GTT), tergantung kepsek masih membutuhkan atau tidak. Jika tidak dibutuhkan lantaran guru di sekolah sudah cukup maka GTT akan diberhentikan. Nah, menjelang rencana mutasi besar-besaran guru dan kepsek lingkungan Dinas Dikbud BS, Darmin mengklaim tidak ada lobi-lobi penempatan. Sebab, dilakukan berdasarkan penilaian kinerja di tempat tugas masing-masing.
“Yang sering terjadi itu setelah dimutasikan kemudian meminta bantuan orang lain supaya tidak dipindahkan. Ya misalnya ada kenalan pejabat dan meminta bantuan pejabat itu supaya dikembalikan lagi ke sekolah sebelumnya,” ujar Darmin.
Para pendidik khususnya yang saat ini mendapat tugas tambahan sebagai kepsek, diharapkan menyadari hasil kinerja selama bertugas. Selain itu mutasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Darmin mengaku melibatkan Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan Kelompok Kepala Sekolah (KKS) SD dalam melakukan mutasi nanti. “Kami tidak gegabah menentukan keputusan. Tim evaluasi tentunya melakukan evaluasi sesuai dengan fakta kinerja, bukan data fiktif,” demikian Darmin. (cas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here