Dewan Sorot Pengalihan Anggaran TPG

0
190
Sejumlah Guru dan Kepsek di Bengkulu Selatan dalam suatu acara beberapa waktu lalu ( Foto/Doc Radar Selatan)

KOTA MANNA – Penundaan pembayaran tunjangan sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk 1.200 guru di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) turut mendapat sorotan Anggota DPRD BS, Minadi, SH. Kebijakan tersebut dinilai merugikan guru.

Sebab TPG adalah hak guru sebagai tenaga pendidik yang seharusnya sudah didapatkan namun terpaksa tertunda akibat kebijakan pemerintah daerah. “Saya sangat menyesalkan penundaan pembayaran tunjangan sertifikasi guru,” tegas Minadi.

Ia juga mempertanyakan aturan yang dijadikan dasar Pemda BS mengalihkan anggaran TPG. Ia menilai hal tersebut merupakan bentuk kezaliman karena merampas hak pribadi orang. “Aturan mana yang dijadikan dasar mengalihkan anggaran TPG sehingga pembayarannya harus ditunda? Itu jelas sangat merugikan guru, karena hak mereka diambil secara sepihak,” ujar Minadi.

Anggaran Rp11,8 miliar yang ditransfer pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke rekening daerah jelas untuk membayar TPG Oktober dan November 2020 dengan jumlah penerima 1.200 orang. Akan tetapi, oleh Pemda BS, hanya TPG Oktober saja yang dibayar dengan total anggaran Rp5,9 miliar.

Sementara Rp 5,9 miliar lagi, yang sejatinya untuk alokasi TPG November justru dialihkan ke kebutuhan lain. “Itu sangat tidak masuk akal, kebijakan yang aneh. Digunakan untuk apa anggaran Rp5,9 miliar itu. Karena uang itu sudah masuk rekening kas daerah,” tanya Minadi.

Tertundanya pembayaran TPG bulan November juga diprotes guru penerima. Guru yang diwakili PGRI sudah melayangkan protes ke Dinas Dikbud BS beberapa waktu lalu. Pihak Dinas Dikbud menyampaikan bahwa anggaran pembayaran TPG Oktober dan November memang sudah ditransfer pusat ke daerah. Tapi hanya satu bulan yang diberikan ke Dinas Dikbud, sehingga pihaknya membayarkan TPG bulan Oktober saja.

Sementara anggaran pembayaran TPG bulan November masih di BPKAD atau di kas daerah, belum diberikan ke Dinas Dikbud selaku OPD teknis penyalur pembayaran TPG. Sementara pembayaran TPG Desember 2020, anggarannya memang belum ditransfer pemerintah ke rekening daerah. Guru penerima dapat memaklumi hal tersebut. Tapi mereka tetap berharap TPG yang menjadi hak mereka tahun 2020 dibayar penuh. (yoh)