DAK Pendidikan Dikejar Deadline

0
60
Kondisi bangunan dan sarana prasarana di SDN 82 BS yang sangat memprihatinkan

KOTA MANNA – Seluruh sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) diminta untuk mempercepat pengerjaan kegiatan masing-masing. Ini mengingat sisa waktu pengerjaan tinggal menyisakan 44 hari lagi. DAK dengan total Rp 23 miliar itu sendiri baru dimulai awal September lalu, sementara batas waktu pengerjaan hingga 31 Desember.

Sedangkan untuk total persentase pembangunan dari 111 paket SD, 39 paket SMP serta 11 paket TK baru mencapai 70 persen. Untuk itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang menangai proyek tersebut, Herwan Anwar, S.IP mengimbau kepada masing-masing sekolah agar mempercepat proses pembangunan. Agar nantinya tidak terjadi keterlambatan serah terima penyelesaian proyek tersebut.

“Saat ini baru 70 persen berjalan total pembangunannya. Hal tersebut diketahui setelah tim kami melakukan survei dan monitorng secara langsung ke sekolah yang mendapat paket bantuan tersebut,” ujar Herwan.

Dikatakan Herwan, jika sekolah bekerja keras dan maksimal dalam memanajemen pembangunan tersebut. Ia mengklaim bisa saja selsai tepat waktu, namun apabila sekolah lalai dan lambat dalam hal realisasi. Maka, keterlambatan pengerjaan proyek akan terjadi. Sehingga dampak buruknya akan terjadi pada sekolah itu sendiri.

“Progresnya kan secara swakelola, artinya manajemen sepenuhnya ada di pihak sekolah. Kami hanya memantau dan memastikan. Jadi, apabila nanti ada keterlambatan dalam pengerjaan, berarti sekolah tersebut harus siap mendapatkan sanksi,” sambungnya.

Sanksi yang diberkan berupa pemutusan kontrak, hingga masuk dalam black list dan berpotensi tidak akan mendapatkan bantuan serupa pada periode yang akan datang. “Mudah-mudahan saja, proyek ini berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga, fasilitas yang telah dibangun menjadi sebuah dukungan bagi kemajuan lembaga pendidikan,” pungkasnya. (cw2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here