Covid-19, Bidan di Seluma Meninggal

0
26
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu

BENGKULU – Satu pasien positif Covid-19, warga Kabupaten Seluma, berinisial DS (38) dinyatakan meninggal saat tengah dirawat di RSUD M. Yunus Bengkulu, Rabu (29/7). Pasien tersebut diketahui adalah seorang bidan di salah satu puskemas di Kecamatan Semidang Alas Maras, Seluma.

Direktur RSUD M.Yunus Bengkulu, Dr. Zulki Maulub Ritonga mengatakan, pasien dirawat sejak tiga hari lalu. Sejak tiba di rumah sakit, pasien sudah mengeluhkan sesak nafas. “Sejak tiba di rumah sakit sudah mengeluhkan sesak nafas dan setelah lakukan swab pasien dinyatakan positif Covid-19,” kata Zulki yang dikonfirmasi.

Menurut Zulki, setelah dinyatakan meninggal pihak rumah sakit melakukan proses pemulangan jenazah untuk selanjutnya dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19. “Kita hanya melakukan pengurusan jenazah di rumah sakit, untuk proses pemakaman selanjutnya dilakukan oleh tim gugus tugas sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Zulki.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pasien merupakan bidan koordinator pelayanan ibu dan anak Puskemas Padang Mumpo di Kabupaten Seluma. Pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui darimana pasien tertular Covid -19.

“Kita belum tahu terpaparnya dari mana, masih melakukan penelusuran lagi. Yang bersangkutan sebelumnya memberikan pelayanan kepada pasien ibu dan anak,” kata Herwan. Disisi lain, Zulki membenarkan jika Rektor IAIN Bengkulu, Sirajuddin dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di M Yunus.

Sang rektor dirawat sejak Selasa, (28/7). Saat ini kondisinya mengalami batuk dan sesak nafas. Pasien juga harus dibantu dengan alat bantu pernafasan. “Saat ini kondisinya masih batuk dan sesak. Ada alat bantu pernafasan yang dipasang. Kalau kondisi lainnya masih stabil,” kata Zulki.

Zulki meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 karena kasus positif saat ini terus bertambah. “Saat ini kan sudah banyak kasus, masyarakat jangan lengah,” ucapnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni menyebut Rektor IAIN tersebut memiliki riwayat perjalanan dari luar Bengkulu.

Pihaknya masih menelusuri riwayat kontak pasien untuk memutus mata rantai penularannya. Hingga saat ini sebut Herwan Antoni, kasus positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu berjumlah 212 orang, ada tambahan dua kasus pada hari ini (kemarin). “Untuk riwayat kontak pasien (rektor) masih kita telusuri, namun pasien memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah,” demikian Herwan. (cia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here