Cekal Kontes Waria

0
819

KOTA MANNA – Warga BS digemparkan dengan adanya rencana kontes dan penganugerahan Miss Waria di Desa Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna. Informasi ini tersebar melalui jejaring sosial Facebook. Namun, pemerintah desa setempat langsung bergerak cepat dan mencekal dengan melarang rencana itu digelar.
Data terhimpun, tersebarnya informasi adanya rencana kontes waria 2018 tersebut berasal dari salah satu akun Facebook atas nama Novvye Sln. Cuitan statusnya berisi informasi kategori dalam kontes yang akan digelar pada malam tanggal 16 Agustus. Digelarnya acara pada tanggal tersebut juga karena pemilik akun Novvye Sln akan melangsungkan pesta pernikahannya.
Kategori yang diperlombakan berdasarkan status yang dia buat meliputi, Miss Waria 2018 dan Ratu Waria 2018. Hadiah yang diperebutkan yakni selempang waria dan mahkota waria. Bahkan tropi untuk kedua kategori tersebut sudah disiapkan, dan telah diposting pada akun Facebooknya.
Pengumuman yang dia buat tersebut tidak hanya dikhususkan bagi waria yang ada di BS, namun juga di luar daerah.
Kades Jeranglah Tinggi, Pindri menegaskan bahwa pihaknya akan melarang kontes tersebut digelar. Selain karena tidak sesuai dengan adat istiadat juga dinilai melanggar norma agama. Apalagi seluruh warga di desa yang dia pimpin tidak mendukung kontes waria tersebut digelar.
“Sudah saya terima informasi bakalan adanya kontes waria yang akan digelar pada pesta pernikahan salah satu warga kami pada 16 Agustus nanti. Dan kami tidak menyetujui kegiatan itu digelar. Saya akan panggil pihak keluarga penyelenggara supaya membatalkan kegiatan itu,” kata Kades ditemui Rasel, di Kantor Camat Manna, kemarin (7/8).
Pihaknya khawatir, kegiatan tersebut akan menimbulkan dampak negative. Apalagi sejumlah organisasi kepemudaan di BS menolak keras kontes waria itu digelar. “Kalau masih dipaksakan bisa saja nanti akan ada keributan dari pihak-pihak yang menolak. Lagipula tidak sesuai dengan kearifan lokal desa kami ini,” tegas kades.
Selain Kades, Sekretaris Camat Manna, Hendri Fahrizal SE juga menegaskan jika pihak pemerintah desa wajib melarang kontes waria itu digelar. Pemerintah desa, kata Sekcam, harus bertindak cepat supaya kegiatan tersebut tidak digelar. “Saya rasa warga menolak kontes (waria) ini digelar. Pemerintah desa harus segera bertindak jangan sampai lengah dan harus dipastikan kontesnya batal digelar,,” tegas Sekcam.
Sementara itu, pihak Polsek Manna juga memastikan akan menolak segala bentuk perizinan dari kontes waria itu. Hal ini ditegaskan Kapolres BS AKBP Rudy Purnomo, SIK, MH melalui Kapolsek Manna Iptu. J. Manurung, SH “Khawatir nanti kalau masih juga digelar justru malah terjadi keributan yang disebabkan oknum yang menolak kegiatan itu digelar. Demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama sebaiknya kegiatan tidak digelar,” pungkas kapolsek. (cas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here