Cek Limbah PT. BSL, Barli : Tak Bau

0
377
CEK : Ketua DPRD BS bersama Waka I mengecek limbah PT BSL yang diduga mencemari lingkungan, Selasa (12/1)

KEDURANG ILIR – Dugaan pencemaran lingkungan dari limbah produksi PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) di Desa Suka Jaya Kecamatan Kedurang Ilir kembali terjadi. Perubahan warna sungai Mertam dan adanya ikan mati menjadi salah satu indikasinya. Menyikapi informasi pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik.

Selasa (12/1) Ketua DPRD BS, Barli Halim, SE bersama Waka I, Juli Hartono, SH turun ke lapangan mengecek kolam limbah di pabrik pengolahan TBS sawit menjadi CPO itu.

Ketua dan Waka I DPRD mengecek kolam ke 11 yang merupakan kolam terakhir pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Ditemani manajemen PT BSL, Ketua dan Waka I DPRD melihat kolam limbah yang airnya di buang ke sungai. “Saya ingin pastikan limbah yang dibuang ke sungai memang tidak berbahaya lagi atau masih ada kandungan zat yang membahayakan lingkungan,” kata Barli.

Saat meninjau kolam ke 11, Barli mengecek langsung air limbah yang dibuang melalui saluran pipa. Meski airnya masih berwarna hitam pekat, pihak PT BSL mengklaim limbah tersebut tidak berbahaya bagi kelesetarian lingkungan. Karena di kolam ke 11 ikan hidup dan ditumbuhi kangkung. “Ini tidak bau, warnanya saja yang hitam,” ujar Barli saat mencium limbah kolam ke 11 yang dibuang ke sungai.

Meski limbah PT BSL yang dibuang ke sungai tidak bau, Barli menyatakan pihaknya tetap melakukan penelusuran. Sebab pihaknya bukan orang teknis yang dapat memastikan limbah berbahaya atau tidak bagi lingkungan. “Kami akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menanyakan pengawasan limbah PT. BSL ini. Soalnya mereka orang teknis dan rutin melakukan pengecekan setiap bulan,” imbuh Barli.

Humas PT BSL, Idius Safari, SH menegaskan, pihaknya mengolah limbah pabrik sesuai aturan. Kolam penyaringan limbah sebanyak 11 kolam, kolam nomor 11 yang dibuang ke sungai. Sementara kolam lain Idius mengklaim tidak ada yang dibuang ke sungai. “Terkait ada dugaan pencemaran, kami rasa itu tidak ada. Soalnya pihak Dinas Lingkungan Hidup rutin melakukan pengecekan. Kami berpedoman dari pengecekan yang mereka lakukan,” tutur Idius. (yoh)