Bupati Seluma Tak Ikut Divaksin

0
157
Bupati Seluma, H. Bundra Jaya

TAIS – Untuk memberikan rasa kepercayaan mengenai vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) dan masyarakat. Sejumlah pejabat publik di Seluma bersedia diberikan vaksin covid-19 pada saat launching nanti. Namun tidak bagi Bupati Seluma, H. Bundra Jaya, MH.

Vaksin Sinovac tersebut tak bakal masuk tubuh Bundra. Ini karena usia bupati sudah di atas 60 tahun, tidak masuk kriteria penerima vaksin. Sementara sejumlah pejabat yang ikut launching pemberian vaksin yakni, Ketua DPRD, Sekda Seluma, Kajari, Kapolres, Ketua Pengadilan Agama dan sejumlah pejabat publik lainnya.

“Untuk launching sendiri kami akan libatkan pejabat publik. Beberapa diantaranya sudah bersedia, salah satunya Kapolres Seluma. Kemudian untuk Bupati Seluma tidak bisa menerima vaksin. Karena usianya sudah 60 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Syawaludin, S.Sos melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ahmad Tavip, S.IP.

Bahkan sejumlah nama pejabat tersebut sudah diserahkan ke pemerintah pusat sebagai daftar nama penerima vaksinasi pertama. “Memang tenaga kesehatan itu prioritas pertama untuk divaksinasi. Tetapi yang tetap akan pertama dilakukan vaksinasi itu adalah unsur pimpinan daerah agar lebih meyakinkan. Disamping memang MUI juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin tersebut halal,” tegasnya.

Sementara itu, vaksin sinovac saat ini telah dinyatakan aman dan halal oleh MUI dan BPOM. Direncanakan akan langsung dijemput ke gudang penyimpanan milik Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu hari ini Rabu (13/1). Selanjutnya vaksin dibawa ke Seluma. Sebagai awal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masyarakat di Seluma.

“Besok (hari ini) acara penjemputan vaksin ke Bengkulu. Kemudian akan langsung dibawa ke Dinas Kesehatan. Selanjutnya didistribusikan ke puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya,” pungkasnya. (rwf)