BPJS Kesehatan Gelar Forum Kemitraan: Perkuat Sinegritas dan Koordinasi

0
10
PERTEMUAN: Asisten III Setkab BS Aswan SH saat memimpin rapat forum kemitraan BPJS kesehatan BS

KOTA MANNA – BPJS Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan mengadakan kegiatan Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan (stakeholder) dan perwakilan mitra tingkat Kabupaten BS Tahun 2020 di ruang rapat Setkab BS.

Kegiatan dalam rangka memantapkan sinergitas dan meningkatkan dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS) untuk warga BS khususnya.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Provinsi Bengkulu dr. Adian Fitria, AA.AK mengatakan, pelaksanaan pertemuan forum kemitraan antar pemangku kepentingan di Kabupaten BS ini bertujuan selain untuk mengevaluasi pelaksanaan program JKN-KIS di Wilayah Kabupaten BS. Juga mereview regulasi terkait peran Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan dan upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan penugasan khusus BPJS Kesehatan termasuk dalam masa pendemi Covid-19 sekarang ini.

Kegiatan ini sebenarnya forum yang rutin dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten BS diantaranya yang mewakili peserta, pemberi layanan kesehatan dan mewakili Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk mengevaluasi layanan kesehatan khususnya peserta JKN-KIS.

Dengan dilaksanakan forum kemitraan untuk memperkuat koordinasi antara BPJS dengan mitranya, diharapkan dukungan dan sinergi dari mitra terus ditingkatkan untuk menjamin kualitas dan kuantitas program JKN-KIS. “Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten BS berserta para mitra yang telah membantu menyukseskan program JK-KIS ini, kedepan tantu harus terus di tingkatkan jangkauanya,” ujar Adian.

Sementara itu, Asisten III Setkab BS Aswan SH mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan terus berupaya membantu BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepesertaan warga yang dijamin melalui BPJS kesehatan. Bahkan Pemkab BS, sudah menjalin kerjasama untuk program Jamkesda yang dianggarkan melalui APBD setiap tahun untuk pembayaran premi bagi warga kurang mampu.

Bahkan program ini akan terus berlanjut termasuk tahun depan Pemkab BS memastikan tetap menganggarkan program Jamkesda. Untuk tahun 2020 ini, warga Bengkulu Selatan yang mendapat jaminan kesehatan melalui kartu Jamkesda kuotanya sebanyak 42.000 jiwa lebih terutama untuk keluarga tidak mampu. Selain itu, untuk tahun depan, Pemkab BS mendorong agar seluruh perangkat desa juga terakomodir kepsertaan BPJS kesehatanya.

“Kedepan bukan hanya program Jamkesda, untuk perangkat desa akan diwajibkan menjadi peserta BPJS kesehatan, Pemkab BS bersama DPMD masih mempersiapkan regulasinya karena untuk premi akan dibiayai melalui subsidi penganggaran pemerintah daerah serta pemotongan penghasilan perangkat melalui APBDes,” pungkas Aswan.(one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here