BOS Terlambat, Sekolah Kesulitan

0
613
ilustrasi

KOTA MANNA – Molornya pembayaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semester II tingkat SMA/SMK di BS berdampak negatif bagi sejumlah sekolah. SMKN 1 BS bahkan nyaris mendapatkan pemutusan listrik dan internet dari pihak PLN dan Telkom. Hal itu lantaran keterlambatan membayar tagihan rekening PLN dan Telkom.
Untuk tagihan listrik, pihak sekolah harus membayar tunggakan selama 4 bulan Rp 7,9 juta. Sedangkan jaringan internet pihak sekolah harus membayar Rp 6 juta per bulan.
“Khawatir proses belajar mengajar terganggu, terpaksa saya berutang untuk membayar tagihan listrik dan internet. Daripada benar-benar diputuskan dan menganggu kegiatan belajar mengajar,” ungkap Kepala SMKN 1 BS, Haliman SE.
Haliman mengaku belum mengetahui penyebab terlambatnya dana BOS semester II tingkat SMA/SMK. Dia berharap Pemprov Bengkulu segera memproses pencairan dana BOS agar tidak menghambat operasional sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud BS, Novianto S.Sos M.Si mengatakan polemik dana BOS SMA/SMK yang tidak kunjung cair bukanlah wewenang pihaknya. Dia hanya berpesan agar pihak sekolah dapat kreatif dan inisiatif mencari sumber dana yang dapat digunakan sebagai biaya pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
SMA dan SMK sendiri sudah tidak menerima dana BOSDa tahap II. “Jangan sampai proses belajar mengajar mundur karena dana BOS belum cair. Kan boleh menghimpun dana dari masyarakat seperti Komite Sekolah,” katanya.
Sisi lain, untuk dana BOSDa tahap II diupayakan dibayarkan ke sekolah padapekan ketiga ini. Pembayaran dana BOSDa terlambat karena masih ada sejumlah SMA yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan BOSDa tahap I.
Padahal pihaknya sudah berulang kali menyampaikan surat peringatan ke sekolah agar secepatnya menyampaikan laporan tersebut. “Segera sampaikan laporan pertanggungjawaban agar BOSDa dapat disalurkan,” pungkas Novianto. (cas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here