Bobol Sekolah untuk Beli Tuak

0
705
EKPOSE : Kasat Reskrim Polres BS didampingi Kanit Reskrim Polsek Kedurang mengekspose tangkapan pelaku curat di SMPN 19 BS, kemarin (17/11)

Pelajar Diringkus
KOTA MANNA – Dampak kecanduan minuman beralkohol, sering membuat orang kehilangan akal sehat. Seperti yang terjadi pada Al (17), warga Desa Sukarami dan rekannya RAK (19), warga Desa Limus Kecamatan Kedurang Ilir. Katanya, karena ketagihan minuman tradisional jenis tuak dan obat batuk saset.
Al yang masih berstatus pelajar ini dan RAK, nekat membobol SMPN 19 BS yang terletak di Desa Nanjungan Kecamatan Kedurang Ilir. Aksi pencurian itu mereka lakukan Kamis (16/11) sekitar pukul 03.01 WIB dini hari.
Namun, sebelum berhasil menjual barang jarahannya. Aparat yang bergerak cepat setelah mendapat laporan dari pihak sekolah. Berhasil meringkus keduanya yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. “Ya, dua tersangka sudah berhasil diamankan. Satu tersangka yakni Al masih berstatus pelajar salah satu SMK. Tentu ini berkat kerjasama anggota Opsnal Sat Reskrim dan Polsek Kedurang,” kata Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Khairuman SE.
Peristiwa pencurian yang terjadi sekitar pukul 03.02 WIB Kamis (16/11) dini hari itu, baru diketahui pihak sekolah pada pagi harinya dan langsung melapor ke Polsek Kedurang dan Polres BS. Setelah dilakukan penyelidikan, aparat mendapat informasi bahwa kedua tersangka sekitar pukul 12.02 WIB, hendak menjual barang hasil curian.
Tanpa menunggu lama, anggota langsung melakukan pengintaian. Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku RAK berhasil diringkus saat sedang berada di pantai Muara Kedurang Desa Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas. Sedangkan Al ditangkap sekitar pukul 20.01 WIB di rumah orang tuanya. “Kedua pelaku ditangkap tanpa melakukan perlawanan,” sambung Kasat Reskrim.
Dari penangkapan kedua tersangka, aparat mengamankan barang bukti berupa satu set speaker, satu gitar, satu reciever digital dan satu unit sepeda motor Honda Beat nopol BD 3072 MD milik RAK yang digunakan saat beraksi. Rencananya barang hasil curian tersebut hendak dijual oleh tersangka dan uangnya akan digunakan untuk mabuk-mabukan seperti membeli komix dan tuak. “Kedua pelaku sudah ditetapkan tersangka. Mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim.
Dari pengakuan kedua tersangka, lanjut Kasat Reskrim, keduanya baru pertama kali mencuri. Dalam menjalankan aksi di SMPN 19 BS itu, kedua tersangkadiajak satu rekannya yang masih buron. Nah saat menjalankan aksi, mereka sengaja menunggu suasana sepi. “Saat beraksi, tersangka Al menunggu di sepeda motor. Sedangkan dua pelaku yakni RAK bersama satu pelaku lagi yang masih dikejar masuk ke dalam ruangan guru dengan cara menjebol plafon,” tutup Kasat Reskrim.

Cegah Kriminalitas Meningkat
SEMENTARA itu guna mencegah masuknya pelaku kejahatan ke wilayah BS. Kamis (16/11) sekitar pukul 20.15 WIB, anggota Mapolsek Kota Manna menggelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) terhadap sejumlah kendaraan roda dua dan empat yang melintas di depan kantor Mapolsek Kota Manna.
Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Kota Manna, AKP A. Lumban Raja mengatakan, pada razia tersebut pemeriksaan kelengkapan kendaraan, identitas pengendara serta barang-barang yang dibawa diperiksa oleh anggota. Seluruh bagian kendaraan diperiksa termasuk pengendara untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang dibawa pengendara yang diperiksa. “Dengan kegiatan seperti ini terbukti sudah berkurangnya aksi-aksi kejahatan,” pungkas Kapolsek. (cas/yoh)