Bambang Susino dan Aliman Siana Batal Maju: Yogi-Suhirman Dilaporkan Anggota Bawaslu

0
100
LAPOR ; Anggota Bawaslu BS melapor ke Sentra Gakkumdu BS setelah namanya masuk dalam dukungan Bapaslon Yogi Pramadi-Suhirman Madjid. (ANDRI/Rasel)

KOTA MANNA – Bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati di Pilkada Bengkulu Selatan (BS), yakni Bambang Susino-Johari Salim dan Aliman Siana-Nurmansyah Samid dipastikan batal maju dari jalur perseorangan. Keduanya dianggap mengundurkan diri lantaran tak juga menyerahkan berkas dukungan perbaikan ke KPU BS sampai batas waktu yang ditentukan yakni Senin (27/7) pukul 00.00 WIB.

Praktis, hanya Bapaslon Yogi Pramadani-Suhirman Madjid yang masuk dalam verifikasi faktual (verfal) tahap kedua setelah menyerahkan dokumen dukungan perbaikan ke KPU BS sebanyak 16.929 atau lebih banyak dari 12.674 dukungan yang wajib diserahkan. Dukungan baru itu disampaikan Yogi-Suhirman melalui tim penghubungnya, Eko Fauzi, Senin (25/7) sore pukul 17.53 WIB.

Namun, kurang lebih tujuh jam setelah pengecekan dokumen dukungan perbaikan oleh KPU BS selesai dilakukan, keduanya langsung dilaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) BS. Sang pelapor, Erina Okriani SPd, warga Desa Batu Lambang Kecamatan Pasar Manna, yang tak lain Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) BS yang menjabat Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antar Lembaga.

Mantan Anggota Panwascam Pasar Manna ini melapor ke Sentra Gakkumdu yang berada di Sekretariat Bawaslu BS pukul 13.05 WIB, setelah namanya ada dalam daftar dukungan perbaikan Bapaslon Yogi-Suhirman. “Saya pastikan tidak pernah memberikan atau menyerahkan KTP (kartu tanda penduduk) kepada mereka, dan saya pastikan juga tandatangan saya yang ada di dalam surat pernyataan itu adalah palsu,” tegas Erina kepada Rasel sebelum masuk ke ruang Sentra Gakkumdu.

Kepada Rasel, Erina sempat menunjukan formulir B.1 KWK Perseorangan Perbaikan atau surat pernyataan dukungan yang diantaranya tertera nama, alamat berikut nomor induk kependudukan (NIK) miliknya. Bahkan, Erina menjelaskan perbedaan pada tandatangan surat pernyataan dukungan dengan foto kopi KTP yang berada di atas kiri surat pernyataan tersebut. “Bandingkan tandatangan di KTP dan di B.1-KWK. Lihat goresan pertamanya. Apa perlu tandatangan ulang? Dan saya pastikan ini adalah saya sebab NIK-nya sama dengan KTP saya,” imbuh Erina.

Diceritakan Erina, ia mengetahui namanya masuk dalam daftar dukungan saat sedang melaksanakan tugas pengawasan dalam proses pengecekan dukungan perbaikan milik Yogi-Suhirman di ruang Media Center KPU BS. Sekitar pukul 22.05 WIB Senin (27/7), ia terkejut ketika namanya disebut-sebut oleh salah seorang staf KPU BS yang bertugas kecocokan nama di B.2-KWK perseorangan atau rekapitulasi pendukung per desa/kelurahan cocok dengan nama di B.1-KWK.

“Kami hanya mengawasi. Yang ngecek KPU. Ada yang bacakan B.2-KWK, ada yang ngecek B.1-KWK. Pas itulah, nama saja disebut. Pas saya cek, ternyata benar. NIk-nya sama percis. Tapi, KTP yang ditempel di B.1-KWK itu adalah KTP lama. Tapi NIKnya tetap sama dengan KTP baru saya saat ini,” terang Erina. Menariknya, malam itu, Bapaslon Yogi Pramadani kebetulan masih berada di ruang media center KPU BS.

Yogi kata Erina mendekati dirinya dan meminta maaf atas kekeliruan itu. “Katanya hanya keliru. Tapi, hal ini sudah saya laporkan ke provinsi. Bawaslu Provinsi mengintruksikan temuan itu ditindaklanjuti,” beber Erina. Disisi lain, dari pantauan Rasel kemarin, sebelum melapor, Erina bersama Divisi Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Noor M Tomi dan unsur Gakkumdu, sempat menggelar rapat.

Beberapa jam kemudian, barulah Erina memasuki ruang Sentra Gakkumdu dan disambut Staf Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Rovi dan dua unsur Gakkumdu dari Polres BS dan Kejari BS. “Dalam hal ini, alat bukti yang akan saya serahkan yakni B.1-KWK dan berita acara penyerahan perbaikan. Sebab, dokumen ini sudah diterima KPU,” jelas Erina.

Hanya 15.089 Lengkap

Disisi lain, dari hasil pengecekan 16.929 dukungan perbaikan Bapaslon Yogi-Suhirman, KPU BS menyatakan ada 1.840 dukungan tidak lengkap. Divis Teknis Penyelenggara KPU BS, Edvan Diansari kepada Rasel Selasa (28/7) siang, menyebut dukungan tidak lengkap karena beberapa sebab.

Mayoritas, data yang berada di B.2-KWK tidak ditemukan di B.1-KWK. “Namanya ada direkap per desa/kelurahan, tapi tidak ada B.1-KWK-nya. Ada pula surat pernyataan yang tidak ditandatangani. Jadi, dari 16.929 itu, hanya 15.089 dokumen yang lengkap. Dan hari ini (kemarin), akan dilakukan verifikasi adminitrasi,” pungkas Edvan.

“Kalau pak Bambang dan Aliman, sampai malam tadi tidak menyerahkan dukungan perbaikan. Artinya kita anggap mengundurkan diri,” sambung Edvan. Menurut Edvan, dukungan perbaikan diserahkan tim penghubung Yogi-Suhirman pukul 17.53 Senin (27/7). Setelah itu dilakukan pengecekan kelengkapan. Proses ini dilakukan tanpa jeda waktu dan baru selesai pukul 06.10 WIB Selasa (28/7). “Penyerahan dan penerimaan berita acara tetap dilakukan tim penghubung. BA juga kita serahkan ke Bawaslu,” sebut Edvan.

Disinggung soal pelaporan Erina Okriani, Edvan enggan berkomentar banyak. Namun yang jelas kata Edvan, berkas dukungan Erina Okriani dinyatakan lengkap dan akan masuk ke tahap verifikasi administrasi. “Itu hak yang bersangkutan. Tapi yang jelas, memang benar adanya temuan itu. Untuk jelasnya, silahkan tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Sebab, kami sebatas pengecekan,” saran Edvan. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here