Anggaran Pilkada Bengkulu Selatan Direvisi

0
155

Honor KPPS, PPDP, dan Pembuatan TPS Ditanggung KPU Provinsi

KOTA MANNA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Selatan (BS) akhirnya merivisi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Pilkada Serentak yang akan digelar pada 23 September 2020. Revisi ini setelah KPU Provinsi Bengkulu memastikan menanggung tiga item belanja yang dinilai cukup besar.

Yakni honor kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas pemutakhiran data pemilihan (PPDP), serta pembuatan tempat pemungutan suara (TPS). Revisi juga dilakukan setelah adanya batasan jumlah TPS setiap daerah yang menggelar Pilkada 2020 yakni maksimal 400 TPS.

“Bukan lagi Rp36,4 miliar, tapi menjadi Rp30,2 miliar. Itu setelah honor KPPS dan PPDP serta pembuatan TPS ditanggung provinsi. Jadi sekarang RKA masih kita revisi dan sekarang masih kita susun dan segera kita sampaikan ke Pemkab (BS). Sementara TPS, awalnya 556 menjadi 390 TPS,” ujar Divisi Sosialisasi dan SDM KPU BS, Asprian Toni SE kepada Rasel.

Namun dibalik bantuan ini lanjut Asprian Toni, ada beberapa hal yang akan masih dipertanyakan pihaknya kepada KPU Provinsi. Misal, pengadaan buku panduan KPPS, PPDP, dan bimtek KPP. “Termasuk logistik. Kami juga masih ragu, apakah kontak surat suara gubernur disediakan provinsi atau tidak. Termasuk pengadaan surat suara gubernur. Ini masih akan kami koordinasikan lagi agar jangan sampai tumpang tindih,” sebut Asprian Toni.

Sebagaimana diketahui, KPU BS mengajukan anggaran Pilkada ke Pemkab BS sebesar Rp36,4 miliar. Pengajuan ini berpedoman pada Pemilu 17 April lalu. Diantaranya jumlah TPS masih sebanyak 556. Anggaran tersebut tersedot pada honor badan adhoc. Mulai dari PPK, PPS, dan KPPS, serta pengadaan kotak dan bilik karton kedap air.

“Karena merupakan barang habis pakai, jadi bilik dan kotak Pemilu lalu tidak dipakai lagi. Anggaran yang kita ajukan ke Pemda itu, diantaranya itu. Pengadaan bilik dan kotak. Tapi bukan lagi untuk 556, melainkan hanya untuk 390 TPS, “ jelas Asprian Toni didampingi rekannya, M Arif Lutfhi dan Edvan Diansari. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here